Kejatisu Periksa Dirut Bank Sumut dan Direktur Pemasaran

409
Dirut Bank Sumut Rizliyanto (atas) dan Direktur Pemasaran, Ester Junita Ginting (bawah)
Dirut Bank Sumut Rizliyanto (atas) dan Direktur Pemasaran, Ester Junita Ginting (bawah)
Dirut Bank Sumut Rizliyanto (atas) dan Direktur Pemasaran, Ester Junita Ginting (bawah)

M24.co-MEDAN-

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (kejati Sumut) terus mendalami penyidikan dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut senilai Rp 18 Miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Edie Rizliyanto dan Direktur Pemasaran, Ester Junita Ginting mendatangi gedung Kejatisu Jalan AH Nasution, Medan untuk diperiksa penyidik, Senin (8/8/2016) di ruang Pidsus.

“ Dirut Bank Sumut dan Direktur Pemasaran tiba di Kantor Kejati Sumut sejak pukul 10.00 WIB. Dan siap diperiksa pukul 17.30 WIB. Mereka (Edie Rizliyanto dan Ester Junita Ginting-red) diperiksa sebagai saksi,” sebut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut,  Bobbi Sandri SH, MH, Senin (8/8/2016) sore.

Dikatakan Bobbi, keduanya memenuhi panggilan penyidik pidsus untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut senilai Rp 18 Miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

“Saat diperiksa penyidik, keduanya didampingi penasihat hukum masing-masing,” sebut Bobbi.

Disinggung apa materi pertanyaan kepada kedua pejabat Bank Sumut itu, Bobbi tidak bisa menyampaikan materi pertanyaan. Namun, keduanya diberi belasan pertanyaan oleh penyidik.

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Sumut pada Rabu (20/7/2016) telah menahan 2 tersangka dari 5 tersangkakasus tindak pidana korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional pada PT. Bank sumut tahun 2013. Keduanya yakni, Muhammad Yahya selaku mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut dan M. Jefri Sitindaon ST selaku mantan Asisten 3 Divisi Umum PT Bank Sumut.

Kerugian Negara Rp 11 Miliar

Seharusnya, tiga tersangka lainnya harus penuhi panggilan untuk diperiksa. Namun, hanya 2 tersangka yang hadir (Muhammad Yahya dan M Jefri Sitindaon ST) dan mereka langsung ditahan. Sedangkan tiga tersangka lainnya mangkir dan memberi surat sakit guna berhalangan hadir yang diduga untuk menghindari penahanan.

Ketiga tersangka yang tidak hadir tersebut, Irwan Pulungan selaku mantan Pemimpin Divisi Umum PT Bank Sumut, Zulkarnain selaku pelaksana sementara (pls) pejabat pembuat komitmen Bank Sumut dan seorang rekanan penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama H. Haltafif MB.

Sambung Bobbi, pada waktu itu terkait jumlah kerugian negara telah keluar dari BPKP Sumut. “kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 11 miliar dan hal ini kemudian menjadi fakta bagi penyidik dalam penyidikan kasus ini,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang penahanan ketiga tersangka yang belum datang tersebut. Bobbi mengatakan, tidak tertutup kemungkinan akan ditahan, jika para tersangka tidak kooperatif terhadap proses penyidikan.

“Kita biarkanlah dulu penyidik bekerja dalam proses penyidikan ini, nantinya setiap perkembangan akan kita sampikan kepada kawan-kawan media untuk diinformasikan kepada masyarakat” ucapnya

Untuk diketahui sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara sebelumnya menetapkan Lima tersangka dalam kasus pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut senilai Rp 18 Miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.(red)

Loading...