Kenal di FB, cowok Langkat 2 kali setubuhi cewek Binjai

76

BINJAI-M24 |Bermula dari perkenalan lewat media sosial Facebook, cowok berinisial MYS alias Y (21) warga Desa Tanjung Gunung, Kec Sei Bingai, Langkat, sukses menaklukan hati cewek asal Binjai. Bahkan Y bisa menyetubuhi cewek yang masih bawah umur itu sebanyak dua kali.

Informasi diperoleh, Selasa (29/5), itu seperti yang tertuang dalam laporan dari orang tua korban, dengan nomor laporan pengaduan kepolisian, Nomor: LP/225/IV/2018/SPKT- B/ Reskrim, tertanggal 30 April 2018.

Aksi cabul MYS terhadap korban S, bermula ketika korban mendatangi sebuah Warung Internet (Warnet) di Jln Samanhudi, Kec Binjai Selatan, Binjai, untuk bersosial media.

Dari sana, korban berkomunikasi dengan pelaku. Lalu berjanjian bertemu di warnet tersebut. Tidak lama MYS menjemput gadis belia itu dan membawanya ke sebuah rumah makan di sekitaran Titi Baru, Kel Berngam, Kec Binjai Kota, Binjai.

Di rumah makan itu, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya. Ia menggreyangi kemaluan korban dan memerintahkan korban melakukan oral seks.

Pelaku selanjutnya membawa korban ke sebuah gubuk di tengah perladangan di Desa Pekan Sawah, Kec Sei Bingei, Langkat. Di gubuk tersebut pelaku menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Selanjutnya mengantarkan korban kembali ke kediamannya.

Curiga dengan gelagat putrinya, orang tua korban mencoba untuk mempertanyakan apa yang telah terjadi kepadanya. S akhirnya mengakui bahwa telah menjadi korban pencabulan MYS Lantas orang tua korban selanjutnya melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan dari pihak korban, petugas dari Tim Opsnal Unit PPA Sat Reskrim Polres Binjai, meringkus pelaku di Jln Samanhudi, Kel Binjai Estate, Kec Binjai Selatan, Binjai.

Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pria yang diduga telah melanggar tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Kita akan menjerat pelaku dengan UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Hendro. (sopian)

Loading...