Kepala dan tangan pedagang sayur dibacok

76

Rudi-Tiopan-Langkat| Sandimin (50) ditemukan tewas mengenaskan. Sejumlah luka bacok terlihat di bagian kepala dan tangan pedagang sayuran ini. Diduga pembunuhan berlatar dendam.

Warga sekitar Afdeling V PT Perkebunan Nasional (PTPN) Batang Serangan, Desa Tebing Tanjungselamat, Kec Padang Tualang, Kab Langkat gempar. Seorang pedagang sayur keliling ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Senin (16/4).

Informasi dihimpun di lokasi, kehebohan berawal Misnawati (45) dan Ade Irma Gultom (38), keduanya warga Dusun III Teladan, Desa Tebing Tanjungselamat, Kec Padang Tualang, Kab Langkat hendak belanja keperluan rumahtangga ke Pajak Sawit Seberang dengan boncengan menaiki kreta (sepedamotor).

Saat melintas di jalan umum Desa Tebing Tanjungselamat, sekitar pukul 10:00 WIB, Misnawati melihat along-along (keranjang barang) di dalam parit. Penasaran, ia pun menghentikan kretanya. Selanjutnya Misnawati dan Ade berjalan mendekati along-along tadi. Tiba-tiba, keduanya dikejutkan dengan penampakan sosok pria mengenakan jaket kulit warna hitam, celana panjang coklat serta sepatu boat dalam posisi telungkup, tak bergerak.

Mereka lebih terkejut setelah mengetahui sosok tersebut merupakan tetangganya, Sandimin (50). Keduanya langsung menghubungi tetangga Sandimin bernama Cimot. Kabar pun cepat menyebar, membuat warga berduyun-duyung ke lokasi penemuan mayat.

Tak lama, petugas kepolisian yang menerima informasi penemuan mayat tersebut tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tampak lima luka bacok senjata tajam sejenis parah di bagian kepala serta tangan korban. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bahyangkara Polda Sumut di Medan untuk keperluan penyelidikan.

Salah seorang warga yang ditemui M24 di tempat kejadian perkara (TKP), Hartono menduga, korban dibunuh karena dendam. “Saya lihat luka bacokan itu sangat kejam. Dugaannya, korban dihentikan oleh pelaku kemudian dibacoki. Kalau begal biasanya dilumpuhkan aja lalu ditinggalkan. Tidak seperti ini. Karena uang di dompetnya juga masih ada, hanya kretanya yang dibawa kabur,” beber Hartono.

Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin SIK MH melalui Kasubag Humas, AKP Arnold Hasibuan didampingi Kasat Reskrim, AKP M Firdaus SIK MH yang dikomfirmasi mengatakan telah menangani kasus temuan mayat pedagang sayur tersebut.

“Dari lidik di TKP terdapat barang bukti 1 along-along, 1 topi warna hitam, 1 tas coklat, 1 jaket hitam, 1 jam tangan hitam, 1 dompet coklat dan uang Rp632 ribu,” ucap Arnold Hasibuan.

Pelaku, lanjutnya, diduga membawa kabur 1 unit kreta Supra X 125 warna merah dan 1 unit handphone (HP) nomor 085277768976. “Kita sudah cek TKP dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi,” tambah Arnold.

Pantauan M24, sejumlah keluarga korban sudah tiba di RS Bhayangkara Polda Sumut di Jln KH Wahid Hasyim, Medan. Mereka tak menyangka hidup korban berakhir tragis.

Salah seorang keluarga, Legimin mengatkaan, korban sudah dua kali menikah. Korban sudah 10 tahun cerai dari istri pertama yang tinggal di Aceh. Di Dusun III Teladan, korban ini, korban tinggal dengan istri kedua dan empat anak tirinya. Sehari-hari korban yang dikenal suka bercanda ini membuka kedai sampah (jualan sayur mayur) di rumahnya.

“Tadi pagi sekitar jam 05:30 WIB, dia (korban) seperti biasa mau belanja ke Pajak Batang Serangan. Jam 07:00 WIB, kami dapat kabar kalau dia meninggal dunia dibunuh,” ucap Legimin.

Ia menduga, korban dibunuh saat pergi ke pajak. Karena along-along korban ditemukan dalam keadaan kosong serta uang di dompet masih utuh. “Cuma kreta butut itu aja yang diambil. Kalau pun dijual, paling laku 300 ribu,” tambah paman besan korban.

Legimin berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap motif di balik pembunuhan korban. “Enggak nyangka meninggal kek gini. Kalau karena dendam enggak tahulah, kita enggak tahu apa dia pernah menyinggung perasaan orang,” pungkas Legimin didampingi adik ipar korban.

Sekitar pukul 18:15 WIB, jenazah korban selesai diotopsi selanjutnya dimasukkan ke Ambulans bantuan Pertamina bagi Kecamatan Tualang, untuk dibawa ke rumah duka. Rencananya, jasad korban dimakamkan, Selasa (17/4) sembari menunggu anak pertamanya tiba dari Pekanbaru.

Loading...