Ketahuan Selingkuh, Video Mesum Tunangan Malah Mau Disebar

RK diamankan polisi

MEDAN-M24 | Tak terima diputusi, RK (24), warga Bangunsari, Kedai Durian, Kec Medan Johor ini mengancam akan menyebarkan video mesumnya dengan tunangannya. Pria 24 tahun ini pun harus berurusan dengan hukum.

Peristiwa ini berawal RK dan Bunga (19), nama samaran, menjalin hubungan asmara sejak lima tahun lalu. Setelah memantapkan hati, keduanya sepakat bertunangan. Ditandai dengan saling tukar cincin dan menentukan tanggal pernikahan.

Namun, RK dan Bunga tak sabar untuk merasakan nikmatnya malam pertama. Beberapa bulan belakangan, keduanya sepakat melakukan hubungan suami istri meski belum resmi menikah. Setelah merasakan nikmat dunia, keduanyapun ketagihan.

Loading...

Kegiatan ‘tidur bersama’ itu lantas menjadi menu wajib setiap minggunya. Keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri di salah satu hotel kelas melati di Jln Jamin Ginting Medan. Setiap pergelutan yang dilakukan bahkan diabadikan RK lewat video di ponsel.

Hampir setiap minggu berhubungan intim, membuat RK menjadi bosan terhadap Bunga. Ujungnya, RK memutuskan untuk mencari teman tidur (kencan) baru sebagai tempat persinggahannya.

Hubungan RK dengan wanita idaman lain (WIL), rupanya tercium oleh Bunga. Jelas saja, Bunga yang merasa cintanya dikhianati meminta RK untuk meninggalkanya dan mengakhiri cinta mereka.

RK yang tak ingin berpisah dengan Bunga, lantas mencoba putar otak. Iapun mengancam Bunga akan menyebar video mesum mereka ke media sosial (medsos), jika Bunga memutuskan pertunangan mereka.

Inisiatif RK rupanya salah kaprah. Hal itu justru membuat wanita yang menetap di Marindal I, Patumbak ini kian emosi. Pertengkaran hebat antara RK dan Bunga pecah. Bahkan sampai terdengar keluarga mereka masing-masing.

RK yang dianggap sebagai pemicu pertengkaran itu lantas dinasehati agar tidak membuat malu keluarga. Nyatanya, nasehat yang diberikan tidak menuai hasil dan berhujung ‘jalan buntu’. Walhasil, pihak keluarga Bunga memutuskan untuk melaporkan RK atas segala perbuatan buruknya kepada Bunga ke pihak berwajib.

Pihak Polsek Patumbak yang menerima pengaduan Bunga, langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan RK beserta barang bukti handphone dari rumahnya, Rabu (10/10) kemarin.
“Sudah diamankan sama polisi, dia (RK-red) dibawa ke Polsek Patumbak,” ujar salah seorang warga yang minta namanya dirahasiakan, Jumat (12/10).

Akan tetapi, setelah dilakukan permeriksaan oleh pihak Polsek Patumbak, ternyata Tempat Kejadiaan Perkara (TKP) berada di wilayah hukum Polsek Delitua. Polsek Patumbak menyarankan agar korban membuat pengaduan ke Polsek Delitua.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi ketika dikonfirmasi mengakui Bunga melapor ke Polsek Patumbak. “Karena TKP di Delitua, anggota menyarankan korban membuat laporan ke sana,” sebutnya. (ahmad)

Loading...