KNPI Kutuk Pemukulan Terhadap Wartawan

232

SUGIAT SANTOSOM24.co-MEDAN
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara mengutuk aksi kekerasan TNI AU yang menganiaya wartawan Tribun Medan Array Argus dan Andri Syafri Purba (MNC TV) saat sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Ketua KNPI Sumut, Sugiat Santoso, mengatakan, aksi kekerasan dan menyiksa rakyat yang dilakukan sejumlah prajurit TNI AU telah mencoreng rasa keadilan masyarakat.

“TNI harusnya melindungi rakyatnya, dan bukan malah menyiksa. Petinggi TNI harus bertanggungjawab atas kejadian ini,” kata Sugiat, Selasa (16/8/2016).

Sugiat mengatakan, pimpinan TNI baik itu Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Agus Supriatna, harus mencopot pimpinan TNI AU di Medan dan menggantinya dengan pejabat baru yang bisa lebih dekat dengan rakyat. “Di Medan ini ada Pangkosekhanudnas III dan Danlanud. Kita minta mereka diganti,” katanya.

Panglima TNI juga harus memastikan pelaku pemukulan, penganiayaan dan penyiksaan wartawan dan juga masyarakat Sari Rejo, mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. “Kami minta Panglima TNI tidak melindungi oknum TNI yang berprilaku bengis pada rakyatnya,” ucapnya.

Jika ini tidak cepat ditanggapi, sangat mungkin masyarakat akan berbenturan hebat dengan TNI AU di Sari Rejo. Ia meminta persoalan ini menjadi memomentum untuk menyelesaikan persoalan lahan di Sari Rejo.

“Itu tanah rakyat. Mereka sudah tinggal di sana puluhan tahun. Aparat kita jangan terkesan menjadi penjajah. Rakyat dianggap kriminal dan ekstrimis. Pemerintah harus menyerahkan lahan itu pada rakyat,” pungkasnya. (red)

Loading...