Komjen Buwas, lihatlah ! pengaruh sabu, suami bakar istri dan tetangga

61

Rantauprapat |Diduga ‘ketinggian’ (kebanyakan) nyabu, membuat Ismail (38) gelap mata. Pria warga Jln Ika Bina, Kel Sioldengan, Kec Rantau Selatan, Labuhanbatu, nekat membakar istrinya, Rini Nusia Damayanti (22) dan seorang nenek tetangganya, Nuraini Lubis (87), Senin (23/10) pagi.

Kedua korban mengalami luka bakar serius, hanya saja Nuraini lebih parah dibanding Rini. Sekujur tubuh sang nenek melepuh hingga harus menjalani perawatan intensif.
Informasi dihimpun, awalnya pelaku hendak memberikan sebungkus roti kepada Nuraini. Karena faktor usia, nenk 10 cucu itu agak lama mengambil roti dari Ismail. Mirisnya, Ismail kontan emosi dan urung menyerahkan roti. Ia membakar roti di tong sampah.

Lantaran roti sudah dibuang ke tong sampah, Nuraini lalu berbalik arah. Tak dinyana, Ismail malah menyiram bensin ke tubuh nenek yang tinggal seorang diri itu. Lalu, api disulut hingga membakar sekujur tubuh korban.

Melihat kejadian itu, Rini coba menolong sang nenek. Namun lagi-lagi emosi melihat tindakan istrinya. Giliran Rini yang jadi sasaran amuk Ismail. Selain dipukuli, Rini juga sempat dibakar. Akibat kejadian tersebut, kedua korban dilarikan beberapa tetangga ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Jadi menurut keterangan tetangga yang menolong, saat itu pelaku sedang membakar sampah di pekarangan rumahnya. Tiba-tiba pelaku memanggil ibu mertuaku dan menawarkan sepotong roti. Karena kondisinya yang lemah karena faktor usia, korban kelamaan mengambil roti itu. Pelaku kecewa lalu membakar roti tong sampah. Ya karena rotinya sudah dibakar, ibu mertuaku balik arah, disitulah pelaku menyiram bensin dan membakarnya,” ujar Turki Siregar menantu Nuraini yang geram oleh ulah kejam Ismail.

Ditemui di RSUD Rantauprapat, Turki kepada sejumlah wartawan menjelaskan, sebelumnya korban tinggal bersama dengan keluarganya. Tapi dengan alasan anak gadisnya sering diganggu pemuda kampung , Turki memutuskan untuk pindah rumah.

“Mertuaku itu nggak mau diajak pindah. Alasannya, sayang kalo rumah miliknya itu tidak ditempati. Ya mungkin karena rumah sendiri. Sementara, kami nggak nyaman karena anak gadis kami sering diganggui orang kampung itu, jadi kami memutuskan pindah. Infonya, pelaku udah ditangkap, polisi nemui sabu di bawah tempat tidurnya,” ungkap Turki lagi.

Sementara, Rini yang ditanyai wartawan saat dirawat di ruang kelas dua khusus wanita RSUD Rantauprapat, mangaku, tak menyangka jika suaminya bisa sekejam itu. Rini bilang, jika suaminya (pelaku) sudah tiga malam tidak tidur diduga karena efek mengonsumsi sabu-sabu.

“Aku istri keduanya, baru tiga bulan kami nikah. Hampir setiap hari aku dianiayanya, baru tahu kalo dia itu kejam. Dan sudah 3 malam dia itu gak tidur karena nyabu. Cocoknya dihukum mati ajalah dia itu,” ketus wanita asal Kalimantan itu sembari meneteskan air mata.

Rini melanjutkan, ia kerap menjadi sasaran tinju Ismail, bila keluar rumah tanpa pamit. “Dia selalu cemburu nggak jelas, aku sering dipukulinya bila keluar rumah tanpa ditemaninya,” imbuh Rini.

Terpisah, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang SIK, melalui Kasat Reskim AKP Teuku Fathir, membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan pelaku. “Pelaku masih dalam pemeriksaan, nanti kita kabari hasilnya ya,” tukas Fathir.

Humas RSUD Rantauprapat, Doni Simamora, saat diwawancarai menjelaskan, luka bakar yang dialami nek Nuraini sekitar 34 persen. “Nenek itu luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, tangan kiri dan kanan serta kaki kiri. Sedangkan istri pelaku, luka bakar di leher (depan), punggung, dada kanan, dan sempat muntah darah juga,” paparnya. (metro24)

Loading...