Korban bakar pacar ! 15 hari dirawat, Dellisa meninggal

51

MEDAN DELI-M24 |Dellisa Ayu Latifa (16) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah 15 hari dirawat di RSU dr Pirngadi Medan.

Menurut kerabat korban, Dhiky, sebelum meninggal dunia, korban yang dibakar pacarnya, Irwanto alias Kincit (35) tersebut sempat kritis. Korban juga akan menjalani operasi akibat luka bakar mencapai 65 persen yang dialaminya.

“Tuhan berkata lain. Tadi (22/5) Dellisa dipanggil Yang Maha Kuasa,” ungkap Dhiky yang ditemui di rumah duka, Jln Mangaan 5, Link 13, Kel Mabar, Selasa (22/5).

Pantauan M24, tampak Kapolsek Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon didampingi Kanit Binmas dan Kanit Reskrim mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Rencananya jenazah korban akan dimakamkan di TPU Mabar.

Sebelumnya, Tim Gabungan Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan, Polsek Medan Labuhan, menangkap dan menembak tersangka pembakaran terhadap korban, Irwanto alias Kincit. Dalam pemeriksaan, Kincit yang disebut sebagai bandar narkotika mengaku nekat membakar korban karena cemburu setelah melihat pacarnya jalan bersama lelaki lain.

Malam itu juga tersangka yang mengetahui keberadaan korban, menyuruh temannya Mohan membeli pertalite di warung. Selanjutnya tersangka menyiram korban dengan pertalite yang dibeli dan membakarnya.

Saat ditangkap, tersangka mencoba kabur dan melakukan perlawanan terhadap petugas. “Tembakan peringatan ke udara juga tak diindahkan. Akhirnya petugas memberi tembakan terarah dan terukur di bagian kaki sebelah kanan tersangka,” tutur Ikhwan Lubis.

Petugas, lanjutnya, menyita barang bukti berupa 1 pigura gambar buah-buahan yang sebagian terbakar, 1 botol plastik besar tempat pertalite yang sudah terbakar, 1 celana panjang biru yang sebagian terbakar, 1 kaos perempuan lengan pendek warna kuning bekas terbakar, 1 BH perempuan warna putih, serta 1 celana dalam perempuan warna putih.

“Tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 187 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 76 huruf c Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman untuk pasal pembakaran maksimal 12 tahun dan untuk kekerasan terhadap anak bawah umur lima tahun,” pungkas Ikhwan Lubis. (mag1)

Loading...