Korupsi Pengadaan Alat Peraga SD, Jaksa Tetapkan 8 Tersangka Baru

Kajari Binjai

BINJAI-M24 | Penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat peraga SD di Dinas Pendidikan Binjai tahun anggaran 2011, memasuki babak baru. Sebab, kejaksaan negeri (Kejari) Binjai telah menetapkan delapan tersangka baru.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Viktor Antonius, Senin (8/10) sore menuturkan, dari kedelapan tersangka itu, tiga di antaranya berperan sebagai panitia lelang dalam proyek senilai Rp1,2 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Viktor yang didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Asep Gaulle Ginting, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Erwin Nasution, dan Penyidik Seksi Pidana Khusus, LA Sembiring menjelaskan, ketiga tersangka itu masing-masing Ketua Panitia Lelang berinisial JM, Sekretaris berinisial AB, dan Bendahara berinisial AS.

Sementara lima tersangka lainnya, merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam panitia penerima hasil pekerjaan. Mereka antara lain, berinisial RS, EN, AR, OA, dan RSN.Dengan penambahan delapan tersangka baru, maka secara keseluruhan telah ditetapkan 11 tersangka.

Loading...

Mantan Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Kasubdit Tipikor Jampidsus) Kejagung RI itu menambahkan, penetapan status tersangka terhadap kedelapan saksi terkait dilakukan menyusul temuan beberapa fakta dan bukti baru oleh tim penyidik, pasca operasi penggeledahan Kantor Dinas Pendidikan Kota Binjai, pada 24 September 2018.

Bahkan hal itu didukung dengan hasil penyidikan pihaknya, termasuk laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara, serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Terkait penetapan status tersangka, maka status perkara ini telah masuk pada penyidikan khusus. Sehingga sejak hari ini juga, kita akan buat sprindik khususnya,” ucap viktor.
Meski demikian Mantan Kejari Kuala Tungkal itu mengaku, belum berniat melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka. Sebab menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan sesuai petunjuk dari Tim Penyidik Seksi Pidana Khusus.

“Jika nantinya proses audit kerugian negara oleh pihak BPKP selesai dan laporannya telah pula kita terima, maka secepatnya perkara ini kita limpahkan ke Pengadilan TIpikor Medan, untuk segera disidangkan,” pungkas Viktor.

Diketahui sebelumnya, Kejari Binjai telah menetapkan tiga tersangka utama dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga SD di Dinas Pendidikan Kota Binjai tahun anggaran 2011, terhitung sejak 28 Maret 2018 lalu.

Mereka mantan (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Binjai, yang kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai berinisial IG, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial BB, dan Direktur CV Aida Cahaya Lestari berinisial DS, selaku rekanan proyek.

Dalam perkara ini, modus korupsi yang diduga dilakukan ketiga tersangka ialah dengan melakukan penggelembungan harga (mark-up) hingga pengadaan fiktif alat peraga SD. (sopian)

Loading...