Kreta tergadai di kafe, 2 ABG bunuh janda kaya

Ahmad РMedan | Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satres Polres Deliserdang meringkus RD (16) dan AN (16). Motif pembunuhan terhadap Murni Sitorus (48) di lantai 3 rumah toko (ruko) Asia Bisnis Centre (ABC) Jln Negara KM 59-60, Dusun IX, Desa Firdaus, Kec Sei Rampah, Kab Serdang Bedagai (Sergai) pun terungkap.

Dalam paparan yang digelar di Polda Sumut, Selasa (8/5), Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Kasubdit /III Jahtanras Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Alexander Piliang menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di kawasan Jln Barilas Hilir, Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya kedua anak baru gede (ABG) ini diboyong ke Polda Sumut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Inilah tersangka pembunuhan di kawasan ABC di Jalinsum (jalan lintas Sumatera) Medan-Tebingtinggi. Para tersangka kita amankan tidak kurang dari waktu 1 x 24 jam,” ujar Andi Rian kepada awak media.

Loading...

Seperti dituturkan kepada petugas, aksi nekat itu berawal RD, warga Pantai Cermin, Perbaungan, Sergai dan temannya AN (16), warga Sei Rampah, Sergai menghabiskan malam di salah satu kafe remang-remang yang terletak di Desa Firdaus, Sabtu (5/5) malam. Tanpa sadar sudah 10 botol minuman beralkohol yang mereka pesan.

Saat hendak membayar, ternyata uang yang mereka bawa tak cukup untuk membayar minuman tersebut. Keduanya pun berutang Rp1 juta kepada pemilik kafe. Mau tak mau, kreta milik RD ditinggal di kafe sebagai jaminan.

Saat dalam perjalanan pulang, mereka kebingungan untuk menjelaskan kepada orangtua RD terkait kreta yang ditinggal di kafe. Akhirnya, RD merencanakan perampokan di rumah karyawan PT Dwi Tunggal Jaya Lestari (korban-red) tersebut. “Tersangka RD mengajak AN untuk membantunya melakukan aksi perampokan itu. Dialah sebagai otak palaku dalam kasus ini,” terangnya.

Minggu (6/5) dinihari, kedua tersangka pun beraksi. Mereka masuk ke dalam ruko berlantai 3 itu dengan cara membongkar jendela belakang. Kemudian berjalan ke lantai 2 dan 3. Di situ, mereka masuk ke kamar korban dan langsung menguras harta berharga yang ditemui. Sayang korban terbangun. Panik, kedua tersangka langsung memukul dan menghujani tubuh korban dengan pisau dapaur yang diambil tersangka dari dapur rumah.

“Korban tewas dengan luka lebam serta beberapa luka tikaman di sekujur tubuh, seperti perut, dada hingga wajah. Usai melakukan pembunuhan itu, kedua tersangka kabur ke Padang, Sumatra Barat menumpangi bus. Sebelumnya mereka menebus kereta kepada pihak cafe,” ungkap Andi.

Mendapat informasi pembunuhan tersebut, Polsek Firdaus dan Polres Sergai hingga Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan. Kerja keras tim gabungan berbuah manis dengan mendapatkan identitas serta keberadaan kedua tersangka. Senin (7/5) malam, keduanya diringkus dan langsung diboyong ke Polda Sumut.

“Barang bukti yang kita sita dari keduanya berupa tiga unit HPberbagai merek, pakaian yang dibawa kedua pelaku, pisau, tas dan satu unit sepedamotor (kreta) Yamaha Jupiter MX,” pungkas Rian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal pembunuhan disertai perampokan. “Karena masih berstatus anak bawah umur, kedua tersangka akan diproses sesuai Undang Undang Perlindungan Anak (UUPA),” tukas Kasubdit /III Jahtanras Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak.

Dikejar Bayangan Korban
Di sela-sela paparan, kedua pelaku mengaku jika setelah melakukan pembunuhan itu, mereka selalu dihantui korban. “Usai melakukan itu, kami merasa dikejar bayang-bayang korban hingga malam sebelum tertangkap,” beber kedua tersangka dengan wajah tertutup topeng sembari tertunduk.

Keduanya pun bertekad berobat setelah selesai menjalani hukuman yang dijatuhkan. “Menyesal Bang, kami sangat menyesal. Kami berjanji akan bertobat setlah keluar nanti,” sesal kedua tersangka.

Loading...