Laporan Buat Penyidik !! Irigasi Senilai 2,6 Miliar di Tapteng tak Berfungsi

54

ANDREAS – TAPTENG | Lahan persawahan di Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) selama ini yang digadang-gadang sebagai salah satu lumbung padi mengalami kekeringan.

Padahal di lahan persawahaan seluas 350 hektar itu telah dibangun irigasi pompanisasi dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar. Sebuah nilai fantastis dan ini jelas telah menghamburkan uang negara dan harus diselidiki oleh penyidik.

Data diterima metro24.co, tahun 2015 awalnya dibangun irigasi berbiaya RP 540 juta. Kemudian pada pertengahan tahun 2016 dibangun jaringan irigasi lagi sepanjang 200 meter yang menelan biaya RP230 juta.

Lalu pada akhir tahun 2016, pemerintah kembali membangun jaringan irigasi sepanjang 1900 meter dengan menelan biaya sebesar RP1,9 milyar.

Kendati anggaran yang digelontorkan pemerintah sudah lebih sebesar RP2,6 miliar, namun irigasi tersebut tidak berfungsi mengairi lahan persawahan petani.

“Irigasi yang dibangun pemerintah di Sorkam Kanan tadinya direncanakan untuk mengairi lahan persawahan seluas 200 hektar dengan memanfaatkan air sungai aek sibundong sebagai sumber air irigasi  namun entah apa sebabnya irigasi itu tidak berfungsi sehingga sawah kami kerab mengalami kekeringan saat musim kemarau,”ujar Sahban Tanjung salah satu petani.

Petani di Sorkam Kanan saat ini sedang membajak lahannya dan membutuhkan air yang banyak guna menggemburkan lahan. namum untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut petani terpaksa mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyewa mesin pompa air.

“Biaya yang saya keluarkan untuk sewa pompa air RP 250.000 selama lima hari ditambah lagi biaya membeli bensin sebanyak dua puluh lima liter untuk keperluan selama lima hari RP 225.000  dan jika kemarau terus berlanjut maka saya harus kembali menyewa mesin pompa air untuk keperluan pertanaman” kata Sahban.

Lahan persawahan sorkam kanan sangat potensial menjadi salah satu lumbung padi ditapteng karena memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan petani namaun karena irigasi yang dibangun pemerintah tidak berfungsi membuat lahan persawahan tersebut menjadi kurang produktiv karena kerab mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Loading...