Liberty Pasaribu Dituntut 1,5 Tahun

302

M24.CO|MEDAN
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mantan Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu selama 1 tahun 5 bulan penjara karena terbukti mengorupsi peminjaman kas APBD Tahun 2006 sebesar Rp3 miliar, di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/10/2016).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) JS Malau menyatakan terdakwa secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama dan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa dengan penjara selama 1 tahun 5 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara,” ucap Jaksa di hadapan majelis hakim Didik S Handono.

Majelis hakim Didik S Handono kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi dari terdakwa.

Seperti diketahui, Liberty Pasaribu didakwa Jaksa mengorupsi peminjaman kas APBD Tahun 2006 sebesar Rp3 miliar. Pada saat itu Bupati Tobasa dijabat Monang Sitorus, dan Liberty Pasaribu sebagai Sekda Tobasa.

Uang kas Pemkab Tobasa sebesar Rp3 miliar dipinjam Monang untuk modal usaha tanpa persetujuan DPRD Tobasa. Peminjaman hanya atas persetujuan Sekda dan pejabat lainnya.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, sudah tiga orang dihukum yaitu man­tan Bupati Tobasa Monang Si­torus, mantan Kepala Bagian Ke­uangan Setdakab Tobasa Ar­nold Simanjuntak dan mantan Pe­me­gang Kas Setdakab Tobasa Jansen Batubara. Di mana ketiganya dihukum masing-masing 1 tahun hingga 3 tahun penjara. (van)

Loading...