LPA Medan akan Kawal Kasus Pencabulan Anak-anak

37

MEDAN|Ika Triana (35) dan Siti Fatima (30), dua orang ibu mengadukan tetangga mereka yang bernama Jamihar Simbolon (73), ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan, di Jalan Puri, Medan Area.
Kedua perempuan ini menuding, Jamihar Simbolong telah mencabuli anak mereka yakni inisial DRP (10) dan NDB (10). Pencabulan itu terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Medan Polonia pada Minggu (23/4) lalu. Modusnya, mengajak anak-anak bermain, lalu pelaku menarik anak ke kamar untuk dicabuli.

Selain itu, kedua ibu tersebut juga melaporkan tentang perilaku penyidik di Polsek Medan Baru yang tidak bekerja secara profesional menangani kasus pencabulan. Kedua penyidik yang mereka laporkan masing-masing inisial SS dan YL. “Masak anak saya dibentak-bentak. Itu namanya bukan memeriksa, Itu intimidasi. Lagian saat mendengar keterangan anak sebagai korban, jangan pakai seragam polisi. Anak saya jadi ketakutan,” beber Siti Fatimah menceritakan pengalaman anaknya di periksa penyidik.

Saat ini Jamihar Simbolon sudah ditahan di Polsek Medan Area. Ia akhirnya meringkuk di ruang tahanan sementara, setelah ditangkap dan nyaris diamuk massa pada Senin (24/4) lalu. Amuk massa itu terjadi, ketika Ika Triana melabrak pelaku di depan rumahnya. Akan tetapi, pelaku bersikukuh menepis tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Lantaran tak mau mengakui perbuatannya, Ika Triana pun memanggil putrinya inisial DRP yang dicabuli pelaku. Saat itu DRP langsung meneriakkan apa yang telah diperbuat pelaku kepadanya. Mendengar ada rebut-ribut, para warga mendekat lalu merubung. Saat itu, korban lainnya juga datang dan mengungkap kejahatan seksual yang dilakukan pelaku. Tak pelak, warga marah kemudian menangkap dan menggebuki pelaku.

Saat warga tengah terbawa emosi menggebuki pelaku, seorang tentara melintas. Ia pun berhenti dan mengamankan pelaku dengan memboyongnya ke markas Polsek Medan Baru. Esok harinya Ika Triana membuat laporan aduan ke Polsek Medan Baru atas apa yang menimpa putrinya inisial DRP. Di saat bersamaan, Siti Fatimah mengaku sudah lebih dulu melaporkan pelaku ke Polsek Medan Baru.

“Ada satu korban lagi, Bang. Tapi keluarganya takut melaporkannya ke polisi setelah tahu kinerja penyidiknya tidak profesional,” kata Siti Fatimah.

LPA Kota Medan menerima laporan kedua ibu tersebut. Ketua LPA Kota Medan Miswardi Batubara meminta kepada Polsek Medan Baru untuk bersikap profesional dalam melakukan penyidikan khususnya yang menyangkut anak. Ia juga mengingatkan penyidik yang menangani kasus anak agar melakukan penyidikan secara profesional, dan menjadikan anak seperti teman bermain, bukan melihatnya sebagai penjahat. “Pemeriksaan harus mengacu pada tata cara dan undang-undang perlindungan anak,” tegas Miswardi.

Korban Harus Didampingi
Miswardi menambahkan, kasus ini juga telah mereka laporkan ke Komnas Anak di Jakarta. Sementara Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, untuk memberikan kepastian hukum bagi DRP (10) dan NDB (10), dua korban kejahatan seksual yang diduga dilakukan JS (73) di Medan Baru, maka penanganannya harus segera dilakukan. Komnas PA mendesak Polsek Medan Baru untuk segera melimpahkan penyidikan dan penyelidikan kasus ini ke Unit PPA Polrestabes Medan..

Menurut Arist Merdeka, kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa, maka penanganannya wajib dilakukan dengan cara-cara luar biasa. Pihak Kepolisian dan aparatur hukum lainnya sudah dapat menggunakan dan menerapkan UU No. 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 10 tahun penjara dan maksimal 20 tahun, dengan pemberatan hukuman kebiri (kastrasi) melalui suntik kimia, junto pasal 82 UU No. 35 Yahun 2014.

Ia juga mendorong LPA Kota Medan untuk segera mengawal proses hukumnya dan meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Medan untuk memberikan layanan pemulihan sosial bagi korban..

“Saya mohon pentidik di Polsek Medan Baru agar tata cara penanganaan dan pemeriksaan terhadap korban mengedepankan pendekatan korban dan bersahabat dengan anak,” pungkasnya.

Loading...