Mahasiswa Nomensen dibacok penjual ayam di Pajak Kp Lalang

SUNGGAL-M24 |Frendy Richard Sinaga alias Rendy (20) dibacok oleh penjual ayam potong berinisial MG (39). Ia menderita luka di kepala dan bahu. Persoalan dipicu rempelo ayam.

Informasi diperoleh, kejadian yang nyaris merenggut nyawa mahasiswa semester tiga Fakultas Teknik Universitas Nomensen itu berawal saat Rendy meminjam rempelo ayam MG untuk dijual, Rabu (27/6) kemarin. Rendy dan MG merupakan penjual ayam potong di pajak Kampung Lalang.

Namun MG tak memberi pinjam. Rendy mengungkit utang ayam MG kepada Rendy. MG menjadi emosi. Dia melayangkan parang pemotong ayam yang biasa digunakannya ke kepala Rendy.

Loading...

Darah segar mengalir dari kepala lelaki yang tinggal di Jln Kelambir V itu. MG kembali mengayunkan parangnya. Kali ini mengenai bahu Rendy dan membuatnya roboh. Para pedagang pajak yang menyaksikan itu melarikan Rendy ke RS Bina Kasih di Jln TB Simatupang.

“Si MG pernah minjam ayam sama si Rendy seharga Rp150 ribu, sampai sekarang belum dibayar. Rendy tiga kali dibacok, sekali di kepala, dua di bahu,” kata Usaha Ginting, salah seorang keluarga Rendy ditemui di Mapolsek Sunggal, Jumat (29/6).

Sementara Frans, abang Rendy, seusai membuat laporan pengaduan mengatakan MG terkenal arogan di pajak. Bahkan MG disebut sudah lima kali membacok orang.

“Sama ini, udah ada lima kali dia bacok orang. Termasuk abang kandungnya pernah dibacoknya. Kurasa orang ketakutan makanya nggak melapor,” beber Frans.

Masih kata Frans, orang tuanya sempat menganjurkan tidak membuat laporan ke polisi. Namun dia memilih melaporkan MG agar tidak banyak korban lain berjatuhan.

Terkait kondisi Rendy, Frans menyebut adiknya itu masih terbaring lemah di rumah sakit. Beberapa luka bacok di tubuhnya sudah berhasil ditangani tim medis. “Ini udah mendinganlah bang. Sudah sadar dia, tapi belum bisa diajak bicara,” ujar Frans.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Budiman Simanjuntak ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan korban. “Secepatnya kita tangkap pelaku,” jawab Budiman. (tiopan)

Loading...