Mangkir Lagi, Tiga Tersangka Bank Sumut Dijemput Paksa

197

bank sumut

M24.co-MEDAN-

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menghimbau ketiga tersangka untuk kooperatif menjalani proses hukum dan penyidikan kasus  dugaan korupsi pengadaan kenderaan opersional Bank Sumut.

Untuk tiga tersangka, yakni  Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan, Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut, Zulkarnain, dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama Haltatif dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, sebagai tersangka, besok, Selasa (2/8).

Dimana, ketiga tersangka itu, sudah mangkir dua kali dalam pemeriksaan pada tanggal 27 Juli 2016 dan tanggal 20 Juli 2016, lalu. Dengan ini, ketiga tersangka sudah dipemanggil oleh Kejati Sumut sebanyak tiga kali.

“Kita harapkan (kooperatif) untuk datang pemeriksaan besok (hari ini,red),” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/8) siang.

Bila mana, ketiga tersangka kembali absen dalam pemanggilan pihak Kejati Sumut untuk dilakukan pemeriksaan. Makanya, ketiga terancam dijemput paksa. Penyidik menilai sifat tidak kooperatif tersangka membuat proses hukum lambat dilakukan.

Disinggung soal penjemputan paksa terhadap tiga tersangka, Bobbi Sandri mengungkapkan hal itu, ada pada kewengan penyidik Kejati Sumut.”Kita lihat penyidik apa melakukan hal itu (penjemputan paksa). Tapi, tunggu besok (hari ini,red) lah,” jelasnya.

Pemanggilan ulang sudah dilayangkan melalui surat kepada tiga tersangka, Kamis (28/7) kemarin. Pemanggilan tersebut untuk dilakukan pada pekan depan.”Kita optimalkan pemeriksaan setelah mereka (tersangka,red) tidak ada kabar pada pemeriksaan lalu,” tutur Bobbi.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kenderaan operasional dinas di Bank Sumut, senilai Rp 18 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

Dari audit yang diterima penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP) Wilayah Sumatera Utara terhitung kerugian negera dalam kasus ini mencapai Rp 11 miliar.

Sedangkan, untuk dua tersangka, yaitu Mantan Direktur Operasional Bank Sumut M Yahya, dan mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut M Jefri Sitindaon sudah dilakukan penahanan di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan. Untuk penahanan 20 hari kedepan sembari menunggu proses pemberkasan untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dugaan korupsi proyek pengadaan kenderaan operasional dinas di Bank Sumut, senilai Rp 18 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

Dimana, dalam penyidikan tersebut, penyidik Kejati Sumut mengusut kasus dugaan korupsi di Bank berplat merah itu, pada pengadaan kenderaan operasional sebanyak 294 unit.

Dari 294 unit kenderaan bermotor, terdapat 6 jenis mobil mewah dalam pengadaan kendaraan dinas itu, yakni Camry, Pajero Sport, Innova, Toyota Rush, Avanza dan Xinea.(red)

Loading...