Mantan TNI Diputus Bebas Jaksa Kasasi

75

SUSILAWADI-ASAHAN|Sukimin alias SKM (54) mantan anggota TNI AD warga Dusun II B desa Sei Silau Baru Kecamatan Buntu Pane terdakwa yang diputus bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran dalam sidang perkara No. 158/Pid.Sus-LH/2016/PN-Kis tgl 27 Sep 2016 membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pikir-pikir dan akhirnya kasasi.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Asahan R Hutagalung SH melalui Kasi Pidum Nixon Lubis SH diruang kerjanya, dalam proses persidangan kami akhirnya dikalahkan oleh Majelis Hakim dan terdakwa dibebaskan dari seluruh dakwaan yang kami ajukan pada persidangan, dengan diputus bebas oleh Majelis Hakim maka kami melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung.

“Benar merupakan kewenangan Majelis Hakim untuk mengadili seseorang, namun menjadi tanda tanya jika ada perkara yang sama diadili oleh hakim yang sama namun putusanya berbeda”, kata Nixon Lubis.

Mantan anggota TNI itu dilaporkan oleh pihak PTPN III Kebun Sei Silau karena dianggap telah melanggar batas tanah yang dikuasi dengan cara membeko batas, “Didakwa dengan UU Perkebunan, UU Pertambangan dan UU Lingkungan hidup “, semua yang didakwakan kepada terdakwa tidak satu pun yang bisa membuat terdakwa dihukum dan itu sudah dibuktikan dengan putusan Majelis Hakim yang diketuai oleh Dinahayati Syofyan SH. MH dengan hakim anggota Eva Rina Sihombing SH dan Rahmat H.A Hasibuan SH pada sidang putusan 15 Maret 2017 kemarin.

Menurut Nixon, sebelumnya PN Kisaran dengan Majelis yang sama Dinahayati Syofyan SH. MH dengan hakim anggota Eva Rina Sihombing SH dan Rahmat H.A Hasibuan SH perna menyidangkan dan mengadili perkara yang sama dan memenjarakan terdakwanya, lantas apa yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim sehingga memutus bebas terdakwa Sikimin.

“Perkara sebelumnya jelas terdakwa menggali tanah dilahanya sendiri dan itu bisa dibuktikan dalam pèrsidangan oleh Majelis Hakim diputus bersalah, jika kita lihat terdakwa Sukimin bermain dilahan yang masih terbilang abu-abu namun Majelis Hakim punya penilaian sendiri,” paparnya.

Loading...