Merampok Pakai Jimat Dimassa, Keok Juga

23

Jimat di kantong Mhd Syafrizal Nasution tak mujarab. Pasalnya, pria 22 tahun ini babak belur juga ketika dipukuli warga yang menangkapnya.

PERCUT-M24 | Bagi pelaku tindak kejahatan, jimat bukanlah barang asing. Sesuai defenisinya, jimat, azimat atau tamimah adalah sejenis barang atau tulisan yang digantungkan pada tubuh, kendaraan, atau bangunan dan dianggap memiliki kesaktian untuk dapat melindungi pemiliknya, menangkal penyakit dan tolak bala.

Demikian halnya Mhd Syafrizal Nasution (22). Warga Jln Terusan, Dusun II, Desa Bandarsetia, Kec Percut Sei Tuan ini juga memiliki jimat yang dibawa saat melakukan tindak kejahatan.

Seperti, Minggu (2/9) kemarin. Sekitar pukul 21:00 WIB Syafrizal bersama temannya yang identitasnya belum diketahui beraksi di Desa Saentis. Saat mencari korban, keduanya yang boncengan naik kreta (identitasnya belum diketahui) melihat Akhyaruddin (19), warga Dusun 16 Bagan Percut, Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan sedang duduk-duduk bersama temannya, Ahmad Budiman.

Syafrizal dengan percaya diri pun mendatangi kedua nelayan tersebut. Sembari mengaku petugas kepolisian, Syafrizal meminta Akhyaruddin menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Kemudian pelaku meminta korban ikut ke kantor polisi dengan mengendarai kreta Beat hitam BK 4237 AFQ milik korban.

Sampai di Desa Tambak Bayan, pelaku berhenti di salah satu rumah kosong. Lalu minta uang ‘damai’ Rp700 ribu kepada korban.
Lantaran tak punya uang, korban tak bisa memenuhinya. Pelaku kemudian membawa korban ke Jln Pasar 15, Dusun 20, Desa Bandar Klippa, Kec Percut Sei Tuan.

Di situlah korban menjerit minta tolong dan memberitahukan kalau pelaku adalah begal. Korban juga berusaha mengambil kunci kontak kreta miliknya. Ketakutan, pelaku mendorong korban dari boncengan hingga terjatuh.

Terlambat, warga yang mendengar jeritan korban langsung menangkap pelaku. Tanpa dikomando, pukulan mendarat ke tubuh pelaku secara berutubi-tubi. Ternyata jimat di kantongnya tak mujarab. Pasalnya, badan dan wajah pelaku babak beluar dan mengeluarkan darah.

Nyawanya pun diselamatkan personel Polsek Percut Sei Tuan yang langsung meluncur ke lokasi setelah mendapat informasi amuk massa tersebut. Pelaku pun diboyong ke markas komando.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri kepada M24, Senin (3/9) mengatakan, pihaknya mengamankan tas pelaku yang berisi 1 pisau kecil, alat isap sabu, plastik klip kecil kosong, pipet, pengorek telinga, flash disc, 3 STNK, 3 kunci kontak, jimat dan hafalan serta dompet dan kartu lainnya.

“Tersangka sedang kita periksa terkait temuan tiga STNK sepedamotor (kreta) dan alat isap sabu (bong). Tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHP,” tegas Faicil Zikri. (irwan)

Loading...