Merampok, Remaja Buang Korban ke Jurang

LUBUKPAKAM-M24 | Remaja berinisial ZE (19) terbilang sadis ketika melakukan aksi perampokan. Korban yang sudah tak berdaya dibuangnya ke jurang di kawasan Kabanjahe.

ZE yang tinggal di Desa Pematang Biara, Kec Pantai Labu, diringkus tim Satreskrim Polres Deliserdang. Saat ini, polisi memburu dua teman ZE masing-masing berinisial L (21) warga Titi Glodak, Desa Pematang Biara, Kec Pantai Labu dan Abang (35) warga Pangkalan Berandan, Langkat.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman, Kamis (2/8) menuturkan, ZE, L dan Abang ditetapkan sebagai tersangka atas laporan korban KW (16) warga Dusun II, Desa Pantai Labu, Kec Pantai Labu bernomorLP/402/VI/2017/SU/Res DS, tanggal 28 Juni 2017. Atas perampokan itu, korban kehilangan kreta Honda CBR150 warna hitam BK 6199 MAU.
Perampokan bermula pada 24 Juni 2017. ZE dan L bertemu di warung internet (Warnet) di Dusun III, Desa Kelambir, Kec Pantai labu. ZE mengeluh pada L jika butuh uang. Keduanya sepakat melakukan pencurian kreta. ZE menargetkan KW sebagai korban.

Loading...

Pada Senin 26 Juni 2017, ZE mengajak korban yang sudah dikenalnya bertemu di warnet. Di situ sudah ada L. ZE mengajak korban mengambil uang. Dia menjanjikan korban akan diberi bagian dari uang tersebut. ZE menyuruh L untuk membawa kreta korban dengan alasan L yang mengetahui jalan yang akan dituju.
Ketiganya bergerak ke arah Berastagi, Tanah Karo. Lalu berhenti sejenak di kawasan Panatapan sebelum Berastagi.

Dari situ ketiganya bergerak ke Kabanjahe dan berhenti di salah satu rumah. Lalu L masuk ke rumah itu. ZE dan korban menunggu di luar rumah. Tak lama, ke luar seorang laki-laki yang akrab disapa Abang. ZE mengajak korban dan Abang berangkat. ZE membawa kreta, korban di tengah dan Abang dibelakang. Saat di jalan umum Kabnjahe-Cingkes yang situasinya sepi dan gelap, Abang menjerat leher korban menggunakan tali.

ZE menghentikan laju kreta dan memukul mata serta dada korban. Korban jatuh dan tak sadarkan diri. Mengira kalau korban sudah tidak bernyawa, ZE dan Abang mengangkat tubuh korban dan membuangnya ke tepi jurang. Kreta korban dibawa kabur dan dijual kepada seseorang di Lau baling Tanah Karo seharga Rp5 juta.
“Kita memburu dua tersangka lainnya. Kreta korban sudah masuk daftar pencarian barang (DPB),” tegas Ruzi Gusman. (yan febri)

Loading...