Minyak oplosan di Tebing dibongkar 4 orang diamankan

45

TEBINGTINGGI–M24 | Praktik minyak oplosan di Tebingtinggi dibongkar Polres Tebingtinggi. Dari pengungkapan ini, empat orang diamankan.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi melalui Kasubag Humas AKP MT Sagala, Selasa (5/6) menuturkan, pelaku yang diringkus berinisial DW alias Dedy (29) warga Jln Ir H. Djuanda, Gg Bukit Barisan, Kel Tanjung Marulak, Tebingtinggi. Dia bertugas sebagai pengolah minyak oplosan. YP alias Yuda (37) warga Dusun Mandiri, Desa Tanjung Pura, Kec Stabat, Kab Langkat, yamg berperan sebagai pemasok minyak dari Tanjungpura.

Dua orang pelaku lainnya berinisial Ik yang berperan sebagai pengolah minyak oplosan dan Na selaku pemilik gudang. Penggrebekan dilakukan, Kamis (31/5/2018), malam dari salah satu gudang di Jln Ir H. Djuanda, Gg Bukit Mas, Kel Tanjung Marulak.

Dalam penggrebekan tersebut, diamankan 65 jerigen berisi minyak tanah, 114 jerigen berisi minyak mentah, 65 jerigen kosong, dan 48 tutup jerigen.

Selain itu, turut ditemukan 6 corong warna hijau dan abu-abu, 5 alat pengukur liter, 3 ember warna abu-abu, 4 ember cat, 2 slang, 4 botol aqua yang berisi cairan pewarna hijau, 3 botol aqua yang berisi cairan pewarna kuning, 1 botol aqua berisi cairan warna biru, 1 ember yang berisikan serbuk warna cream, 1 kaleng union, 1 tempat oli power coolant, 1 plastik yang berisi serbuk warna kuning dan 1 mobil pick up warna hitam.

“Mereka sulap menjadi mentah jadi Pertalite dan Premium. Lalu Pertalite dan Premium oplosan tersebut dijual kepada pengecer minyak di Tebingtinggi,” jelasnya.

Sementara Yuda mengakui minyak tersebut dibawa dari Tanjung Pura, Langkat dengan mengunakan pick up. Kemudian diolah di gudang tersebut.

“Minyak tersebut adalah milik Idris warga Medan. Sebelumnya satu jerigen minyak dibeli Rp200 ribu. Setelah dioplos dengan mengunakan cairan pewarna, dijual ke pengecer dengan harga Rp250 ribu,” ujarnya. (agus)

Loading...