Modus mengusir hantu pemain kuda lumping sodomi 3 bocah

24

Tiopan – Sunggal |Petugas kepolisian menangkap Saripin alias Ipin (29) dari kediamannya. Warga Jln Setia Tirta Bendungan, Desa Sunggal Kanan, Kec Sunggal, Kab Deliserdang ini tersangka aksi cabul terhadap tiga bocah.

Dalam paparannya, Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna menuturkan, peristiwa ini terungkap setelah Ipin berhasil menyalurkan nafsu bejatnya kepada DP (14). Awalnya, Ipin mengatakan jika ada sosok kuntilanak yang mengikuti pelajar Kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini. Makhluk astral itu, disebut bersarang di kemaluan DP.

Di usianya yang masih labil, DP pun ketakutan. Melihat itu, Ipin pun tersenyum dan melanjutkan akal bulusnya. Ipin lalu mengaku dapat mengobati. Mendengar itu, DP sedikit tenang. Apalagi Ipin diketahui merupakan pemain kuda lumping, yang tak asing dengan makhluk astral.

Kamis (22/3), DP bersama dua rekannya mendatangi Ipin di rumahnya. Sembari duduk di depan rumah, DP cerita kalau tubuhnya terasa sakit, seperti ada beban di badannya. “Saat itu DP bertanya pada tersangka apakah bisa mengobati. Tersangka menyanggupinya,” terang Kapolsek Sunggal, Senin (7/5) sore.

Lelaki bertubuh pendek itu, lanjutnya, mengajak DP ke pinggir sungai yang terletak tak jauh dari kediamannya. Hanya saja, syaratnya, DP hanya pergi berdua dengan Ipin. Akhirnya, kedua teman DP meninggalkan keduanya.

Di sana Ipin yang sudah bernafsu langsung menyuruh DP membuka celana dan celana dalamnya. Tanpa curiga, DP melaksanakan semua yang diperintahkan. Kemudian Ipin tampak berkomat-kamit layaknya tengah membaca mantra. Padahal, itu dilakukan untuk menipu korbannya.

“Sambil membaca mantera, tersangka pegang-pegang kemaluan DP dari selangkangan menuju buah zakar dan ke batang hingga kepala kemaluan korban. Hal itu dilakukan tersangka berulang kali hingga lima menit sembari meraba-raba kemaluan korban,” lanjut mantan Kapolsek Delitua itu.

Puas melampiaskan nafsunya, tersangka menyuruh korban pulang. Begitu ketemu dengan temannya, MRP (14) dan BS (15), korban pun menceritakan ritual yang telah dia jalani bersama tersangka. Ternyata, MRP dan BS pernah diperlakukan sedemikian rupa oleh tersangka. Tujuannya pun sama, ritual pengobatan.

BS mengaku mengalami perbuatan cabul itu, Selasa (13/3) sekitar pukul 22:30 WIB. “BS mengaku dicabuli selama 30 menit oleh tersangka. Saat itu kemaluan BS dioral oleh tersangka,” beber Wira.

Sementara MRP mendapat pengalaman pahit itu, Minggu (18/3) lalu. Modusnya serupa, yakni berpura-pura dapat mengobati MRP dari gangguan setan dan jin. “Jadi modusnya sama. Ada yang diikuti kuntilanak, gundoruwo dan sundelbolong. Ketiga korban juga tidak sampai mengeluarkan sperma ketika dioral oleh tersangka,” tambah Wira.

Akhirnya ketiganya sadar telah tertipu dan melaporkan perbuatan bejat tersangka kepada orangtua masing-masing. Peristiwa ini pun berlanjut ke pihak kepolisian. Petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. “Dari laporan itu kita mencari tersangka dan berhasil menangkapnya tak jauh dari rumahnya, Sabtu (5/5) siang,” tegas Wira.

Akibat perbuatannya, pria berkulit hitam itu dikenakan Pasal 82 Jo 76 E UU RI. No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI. No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman 15 tahun penjara.

Loading...