Nelayan Tapteng Diamankan, Pengeboman Ikan di Laut Harus Dihentikan

MEDAN-M24 | KM Cahaya Abadi diamankan petugas Polair Polda Sumut. Nelayan di kapal ini diketahui mempergunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Direktur Polair Polda Sumut Kombes Pol Drs Yosi Muhamartha kepada wartawan mengatakan, kapal berbendera Indonesia itu ditangkap personil Unit Markas Tapteng Dit Polair Polda Sumut, Kamis (11/10).

KM Cahaya Abadi dinakhodai berinisial W dengan 8 orang anak buah kapal (ABK) berinisial He, Aw, Sa, TH, HM, RH, dan DS. Keseluruhnya warga Kab Tapteng. Mereka ditangkap saat menangkap ikan di wilayah perairan Tapanuli Tengah persis di posisi 01 33′ 200? N dan 98 41′ 450? E atau 2 mil arah selatan dari Pulau Tungkus Nasi, Kab Tapteng.

Loading...

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 1 kapal ikan KM Cahaya Abadi Gt 5 No. 374/S69 bermesin mitsubishi 6 silinder, 1 sampan tanpa mesin, 1 GPS merek Garmin, 1 Sonar merek Garmin, 1 eksamplar dokumen kapal, 1 kompresor, 3 gulung selang angin, 4 movis selam, 4 masker selam, 100 botol kaca, 1 goni potasium masing-masing seberat 25 Kg, 100 butir kep sumbu peledak, 3 kaleng cat warna perak masing-masing 1 kg, 2 ball korek api kayu, 2 bungkus sio, 1 teropong, 1 set tangguk ikan dan 5 fiber ikan ukuran masing-masing 800 kg.

Untuk penyidikan lebih lanjut, para tersangka berikut barang bukti diamankan ke dermaga PPN Sibolga. Yosi melanjutkan, kapal yang menggunakan bahan peledak itu ditangkap personel yang berpatroli menggunakan KP 2010, KP 2024 dan perahu karet. Yosi menegaskan, praktek pengeboman ikan seperti ini harus dihentikan untuk kelanjutan (Sustainability) kelangsungan kehidupan di laut.

Pengeboman ikan ini, jelas Yosi, merupakan atensi pimpinan yang harus ditindaklanjuti secara serius. Karena sangat berdampak buruk kepada ekosistem dan biota laut yang dapat merusak terumbu karang dan kelangsungan hidup ikan. (ahmad)

Loading...