Ngumpet di WC, 4 Bajing Loncat dan Penadah Diciduk Polisi

345

M24.CO|SERGAI

Empat pemain bajing loncat JS (19) TS (20) keduanya warga Dusun V, Desa Peringgan, Kecamatan Sei Bamban, Sergai dan AA (19) serta MR (20) keduanya warga Dusun XVI Kampung Samben, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai juga penadah AS (35) warga komplek perumahan Dusun I, Desa Pon, Sei Bamban Rabu (12/10) sekira pukul 06:30 WIB.

Keterangan di himpun M24.CO tertangkapnya kelima tersangka bermula laporan Suriono (46) Dusun II, Desa Durian, Kecamatan Sei Balai, Batu Bara saat akan mengisi bahan bakar mobil Truknya BK 8952 BA di SPBU Sei Bamban, Saat itu Suriono melihat terpal penutup truknya sudah koyak begitu di cek ternyata 5 karung beras pulut sudah hilang.

Suriono sempat melapor ke PJR Tebing Tinggi namun di alihkan ke Polsek Firdaus, begitu mendapat laporan Tim Sergap Polres Sergai yang setiap hari melakukan patroli langsung menuju kediaman JS saat sampai di rumah JS di temukan 5 karung goni sedangkan ke empat pelaku di temukan ngumpet di kamar mandi selanjutnya di giring ke Mapolsek Firdaus.

Di Polsek ke empatnya mengaku komplotan bajing loncat yang kompak kepada penadahnya AS hingga polisi pun memburu AS dan berhasil di tangkap dari persembunyiannya di Kota Tebing Tinggi sekira pukul 16:00 WIB. sebelumnya polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti puluhan susu serta sperpart dan asesoris mobil dengan taksiran puluhan juta.

Kapolres Sergai AKBP. Eko Suprihanto saat memaparkan kelima tersangka dan barang bukti di Polsek Firdaus mengatakan nama-nama tersangka sudah di ketahui sebagai kelompok bajing namun sejauh ini belum ada korban saat ada korban tim sergap langsung menuju rumah JS dan berhasil menemukan ke empatnya bersama barang bukti lima karung beras.

” Pemain bajing ini berkelompok dan ada kelompok lain dan nama-namanya sudah di ketahui hingga kini masih dalam pengembangan” ucap Kapolres Eko.

Dijelaskan Kapolres otak pelaku bajing loncat adalah AS yang mensponsori pemain bajing dengan memberikan uang minyak terlebih dahulu dan hasil bajing di jual ke AS dengan harga miring. “Otak pelakunya adalah AS selaku sponsor dan rangkap penadah AS lah pemaiannya dan ke empat pemai ini adalah binaan AS mereka di jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun sedangkan AS bisa lebih” tandas Kapolres Eko yang menyarankan truk jika melintas sebaiknya beriringan dan para bajing sering main pada pagi hari.

Dalam aksi bajing ke empatnya bergantian menjarah truk yang melintas dengan menggunakan dua unit kreta JS bertindak mengexsekusi truk dengan cara memanjad truk dan mengoyak terpal penutup lalu mengelurkan beras sedangkan rekan lainnya mengutip hasil curian.

“Sebelum kami main kami lapor dulu ke AS dan di kasi Rp20 ribu untuk minyak kalau aku baru dua kali main bang” ucap JS.

Sementara TS bapak anak satu ini juga mengaku baru sekali main. “Aku baru sekali ini aja main itu pun di ajak JS uangnya untuk jajan aja memang kami selalu sama main bajing loncat,” ucap TS.

Sementara itu Suriono usai membuat laporan mengatakan dari Medan untuk mengantarkan beras pulut ke Kisaran setelah ingin mengisi BBM melihat penutup terpal telah koyak selanjutnya lima karung beras sudah hilang.

“Mungkin pas lewat Sei Bamban di perkebunan sawit itu truk ku di kejar namun aku tidak sadar di lokasi itu la aku di bajing,” paparnya

Hingga kini kelima tersangka dan barang bukti telah diamankan dan masih dalam pengembangan keterlibatan bajing loncat. (Darmawan)

Loading...