Nolak Diajak Ngeseks, Siswi SMP Digorok

30

KUTALIMBARU-M24 | Beruntung, teriakan Bunga (bukan nama sebenarnya) didengar warga yang melintas di Jln Suka Dame, Kec Kutalimbaru, Kab Deliserdang, Selasa (31/7) sekitar pukul 21:00 WIB.

Dengan darah mengucur dari luka di leher, pelajar 16 tahun ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Nyawanya pun berhasil diselamatkan. Keesokan hari, Rabu (1/8) pagi, pihak keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kutalimbaru.

Petugas yang menerima informasi langsung melakukan penyelidikan. Pantauan metro 24, Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi langsung menyambangi korban di salah satu ruang perawatan rumah sakit milik pemerintah pusat tersebut. Tak lama berselang, Martualesi menemui awak media dan menyampaikan keterangan yang berhasil mereka himpun terkait kasus tersebut.

Menurut Martualesi, sore sekitar pukul 16:00 WIB, korban permisi kepada orangtuanya untuk pergi ke warung internet (warnet). Pelajar kelas 1 salah satu SMP Pancurbatu ini ingin mengerjakan tugas dari sekolahnya. Dari rumahnya di Pancurbatu, Deliserdang, korban menumpang becak motor (betor) yang dikendarai RG (30), warga Desa Bintang Meriah, juga Kec Pancurbatu.

Bukannya menuju warnet, RG justru melajukan betornya ke Desa Suka Dame, Kec Kutalimbaru, Deliserdang. RG baru menghentikan laju becaknya setelah tiba di kawasan sepi yang jauh dari pemukiman penduduk.
“Diduga pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk menggagahi korban. Namun korban melawan. Akhirnya, pelaku –yang diketahui sudah berkeluarga– pun kalap. Korban diduga dianiaya dengan menggunakan senjata tajam. Korban digorok hingga mengalami luka koyak di bagian leher,” jelas Martualesi.

Mengira korbannya sudah tewas, pelaku segera meninggalkan korban lokasi. Sementara, tubuh korban yang sudah mandi darah dibiarkan terkapar di tanah. Keberadaan korban diketahui setelah salah seorang warga melintas dan mendengar suara teriakan lirih. Melihat kondisi korban, saksi langsung meminta bantuan warga lainnya. Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Pancurbatu. Karena mengalami luka cukup parah, korban dirujuk ke RSUP H Adam Malik.

Martualesi menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan satu unit betor jenis Honda Revo warna hitam tanpa nomor polisi (nopol) yang diduga digunakan pelaku membawa korban ke TKP. Warga yang melihat dan mengetahui keberadaan pelaku diimbau untuk menghubungi dirinya di nomor 0812 6345 618.
“Bekerjasama dengan Polsek Pancurbatu, kita terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Melalui keluarganya, kita juga mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri. Atau, kita mengambil tindakan tegas dan terukur,” tandas Martualesi. (edi/chan)

Loading...