Nyuri uang ratusan juta, 3 anak Binjai dituntut 7 tahun

PANCURBATU-M24 | Terlibat aksi pencurian di rumah WNI turunan Tionghoa, Dedi Prayudi (32) warga Jln Kartini, Kec Binjai Kota dituntut 3 tahun, Wanda Siregar (33) warga Jln Binjai KM 9,1 Desa Lalang, Kec Sunggal, Kab Deliserdang dituntut 2 tahun dan Fahri Lubis (31) warga Jln A H Yani Link II, Kel Kartini, Binjai dituntut selama 2 tahun.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dona Sebayang SH didampingi Anita, SH di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam yang bersidang di Pancurbatu, dihadapan Ketua Majelis Hakim, Edward Sihombing SH, Rabu (11/7).

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan, terdakwa Dedi bersama terdakwa Wanda Siregar pada Selasa 17 April 2018 sekira pukul 01.00 WIB melakukan aksi pencurian di kediaman milik Veronica (45) di Jln Binjai KM 9,1. Keduanya masuk menggunakan tangga melalui tembok belakang rumah saksi korban. Wanda bertugas menjaga situasi di luar.

Loading...

Di dalam rumah, Dedi membuka lemari penyimpanan uang. Dari dalam lemari tersebut, terdakwa menggasak uang Rp160 juta yang dimasukkan ke dalam plastik. Selanjutnya, terdakwa Dedi pun ke luar melalui jalan masuk, dan begitu sampai di luar, terdakwa Dedi tidak melihat keberadaan terdakwa Wanda yang ternyata sudah pulang ke rumahnya.

Akhirnya, terdakwa Dedi pergi ke rumah Fahri Lubis di kawasan Binjai dan menceritakan kalau dirinya baru dapat uang Rp160 juta. Selanjutnya, terdakwa Dedi mengambil uang sebesar Rp20 juta, sedangkan sisanya dititip kepada terdakwa Fahri untuk disimpan ke bank dan disuruh beli kreta jenis CBR seharga Rp35 juta, serta seuntai kalung emas senilai Rp2 juta. Ke Wanda, Dedi menyerahkan uang Rp20 juta.

Aksi ketiganya terungkap, setelah petugas Polsek Sunggal melakukan penyelidikan dan olah TKP, termasuk memeriksa saksi begitu menerima laporan. Ketiganya ditangkap pada 28 April 2018 lalu dari kediaman masing-masing. Dan karena berusaha melarikan diri, terdakwa Dedi terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki kanannya.

Jaksa menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana yang diatur dan diancam pada pasal 363 ayat (2) KUHP. Untuk mendengarkan putusan, majelis hakim mengundurkan sidang hingga Senin (16/7) mendatang. (ali)

Loading...