Oknum Polsek Medan Area Diduga Nyabu Bersama Bandar

22

Lagi, Korps Kepolisian tercoreng. Adalah oknum di Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area, Aiptu PE Tarigan divideokan tengah mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu hingga viral.

MEDAN-M24 | Personel Reskrim Polsek Medan Area, Aiptu PE Tarigan harus menjalani proses hukum setelah videonya sedang mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu menjadi viral.

Informasi dihimpun metro 24 ada dua versi terkait peristiwa yang mencoreng nama baik Korps Bhayangkara ini. Satu sisi mengatakan Aiptu PE Tarigan ditangkap tim gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Penangkapan berawal video seorang pria mengenakan seragam dinas kepolisian tengah mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu beberapa waktu lalu. Selanjutnya petugas mendapat informasi adanya pasutri diduga jaringan narkotika internasional di kawasan Jln Denai, Gg Masjid, Kel Tegalsari I, Kec Medan Denai.

Polda Sumut bersama Polrestabes Medan pun membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan ke lokasi. Benar saja saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan Arindi alias Burnong (40) dan istrinya, Lusi Susanti (32).

Di lokasi juga ditemukan Aiptu PE Tarigan sedang mengonsumsi sabu. Pada penggerebekan itu juga diamankan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu, alat isap sabu (bong) dan timbangan elektrik.

Selanjutnya, pasutri bersama Aiptu PE Tarigan diamankan ke Polrestabes Medan guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Namun pihak kepolisian ramai-ramai membantah jika Aiptu PE Tarigan ditangkap. Salah seorang sumber di Polrestabes Medan yang meminta namanya tak disebut mengatakan, saat penggerebekan tersebut, Aiptu PE Tarigan tengah menjalankan tugas penyamaran.

“Jadi memang oknum polisi itu berhubungan sama pasutri itu. Tapi dia melakukan itu sengaja untuk membongkar jaringan narkoba tersebut,” bebernya.

Namun penyamaran Aiptu PE Tarigan, lanjutnya, diketahui oleh pasutri yang diduga jaringan narkotika internasional. Diam-diam, pasutri itu memideokan PE Tarigan yang sedang mengonsumsi diduga sabu. Hal itu dilakukan agar PE Tarigan tidak membongkar kedoknya sebagai bandar sabu.

“Apabila membocorkan kedoknya (pasutri), video itu akan disebarkan. Karena disebarlah video itu, makanya digerebek rumah pasutri itu,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu P Hutagaol. Bahwa Aiptu PE Tarigan menyerahkan diri ke Polrestabes Medan, Senin (3/9), setelah video dugaan dirinya nyabu beredar di sosial media (sosmed). “Selama bertugas, Aiptu PE Tarigan tugas luar. Kasus ini sedang ditangani Polrestabes Medan,” bela P Hutagaol.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahaya Priambodo SIK pun enggan berkomentar soal Aiptu PE Tarigan. Saat dikomfirmasi, dirinya justru menjelaskan soal penangkapan pasutri bandar narkoba.

“Kita ringkus teman yang memideokan Aiptu Tarigan di rumahnya, sejak video itu viral. Keduanya adalah suami istri dan merupakan bandar narkoba cukup besar,” sebut Raphael.

Sewaktu disergap di kediamannya, sambung Raphael, pasutri tersebut sempat melarikan diri. Akan tetapi, petugas berhasil meringkus keduanya. Dalam penggeledahan di kediaman tersangka, ditemukan tas/dompet berisi barang bukti narkoba sebanyak 3 ons, 2 timbangan elektrik, serta uang tunai Rp38 juta.

“Kita sudah lakukan test urin juga terhadap keduanya dan hasilnya positif menggunakan narkoba. Kedua pasutri itu adalah bandarnya di situ,” jelasnya.

Terkait Aiptu PE Tarigan, Raphael hanya berkomentar singkat. “Sudah selesai dulu pidana umumnya, baru ke masalah kode etik dan itu nanti konfirmasi ke pimpinan ya,” pungkasnya. (Baca: AKP PE Tarigan Terancam Dipecat) (ardi/swandi)

Loading...