Palsukantanda tangan, Kades resmi ditahan

SIDIKALANG-M24 | Dugaan pemalsuan tanda tangan membuat K. Sianturi mendekam di penjara Polres Dairi. Kepala Desa Tualang, Kec Siempat Nempu Hulu, Kab Dairi, ini akan mendekam di sel selama 20 hari kedepan.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Doly Nelson Nainggolan kepada wartawan, Jumat (6/7). K. Sianturi ditahan setelah sebelumnya dilaporkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hosea Simamora. Ini terkait daftar hadir rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (PPJMDes).

“Tersangka dilaporkan, karena telah memalsukan tanda tangan milik Hosea Simamora dan Linda Ulina Munthe pada daftar hadir rapat RPJMDes tahun 2012-2017 dan rapat anggota BPD tahun 2016. Selain itu surat kepusan bersama BPD dengan Kepala Desa Tualang pada tahun 2016,” kata Doly.

Loading...

Dijelaskan Doly, perkara ini merupakan laporan yang ditangani Sat Reskrim Polres Dairi pada 3 Nopember 2017. Setelah melalui proses yang panjang tersangka baru resmi ditahan, Kamis (5/7) guna proses penyidikan.
“Tersangka resmi kami tahan untuk 20 hari kedepan. Tersangka juga akan dikenakan Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHPidana,” terang Doly.
Sementara saat di tanya wartawan terkait pemalsuan tanda tangan tersebut, tersangka tidak mengakui kalau itu tanda tangannya. Karena pada tahun 2016 tidak ada perubahan.
“Itu belum tentu tanda tangan saya,” ucapnya saat digiring petugas menuju ruang tahanan. (fajar)

Loading...