Paman bantah setubuhi ponakan 7 kali

Red-Medan | Oknum guru KG didampingi istrinya, MG mendatangi kantor Redaksi Harian Metro24 di Jln Paduan Tenaga, Medan, Senin (9/4). Mereka membantah tuduhan yang disampaikan keponakannya, sebut saja Bunga (17).

Diberitakan sebelumnya, Bunga melaporkan suami dari tantenya, KG ke Polrestabes Medan atas perbuatan cabul. Tepatnya 21 Juni 2017, ketika korban baru pulang sekolah dan hendak memasak di dapur. Tiba-tiba KG menghampiri dan mendekap dari belakang kemudian menggerayangi tubuh korban.

“Rumah kami saja blong, dapur sama ruang nonton dan bermain kelihatan, setiap hari ada orang di rumah, karena usaha kami juga di rumah. Kapanlah dia kami dengar meronta karena dikatakan telah disetubuhi,” ucap KG yang tinggal di Jln Sehat Tumba Jae 1, Manduamas, Tapteng ini.

Loading...

“Istri saya setiap hari di rumah, anak saya juga kecuali waktu sekolah. Saat itu anak kost saya pun ada dan orangtua saya juga di rumah. Rumah kami selalu ramai, kecuali pergi rekreasi, saya yang jaga rumah dan si Bunga itu ikut sama tante (istri saya)nya berangkat. Rumah juga berdempetan dengan tetangga. Jadi kalau katanya Bunga meronta, pasti didengar yang ada di rumah dan kelihatan,” beber KG.

KG juga memantah meminta uang Rp1 juta kepada keluarga Bunga untuk surat pindah sekolahnya. Pihaknya juga sudah mengirim surat pindah Bunga melalui sopirnya ke Tapteng. Hanya saja, saat surat itu sampai, orangtua Bunga justru dalam perjalanan ke Medan. “Jadi surat itu kembali dibawa ke Medan,” jelas KG.

Dirinya pun sudah menjelaskan perihal surat pindah itu kepada sejumlah orang mengaku wartawan dan LSM yang datang ke sekolah tempatnya mengajar.

Sang istri, MG juga menampik tuduhan Bunga yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri. Apalagi kondisi anak dari adiknya itu selama ini sangat susah. “Tidak benar aksi cabul itu. Dia sudah kami anggap anak sendiri karena kasihan dengan kondisi orangtuanya (ibu bunga) selama ini,” tambah MG.

Menurut MG, sekitar Juli 2016, Bunga diantar ibu kandungnya ke rumahnya. Karena selama ini Bunga tidak ada menerima biaya dari ayah biologisnya.

“Kemana pun pergi saya bawa. Baju kami semua seragam, karena saya sayang sama dia (Bunga). Apa yang kami makan itu yang dia makan. Malah saya sudah tanya-tanya untuk bisa dia jadi anak angkat dan masuk daftar kartu keluarga.
Saya sudah bilang ke dia bahwa usaha ini nantinya dia yang akan meneruskan karena saya engga ada anak perumpuan, anak saya kandung juga sudah setuju. Kok kayak gini dia buat sama keluarga kami?” sesal MG.

MG pun mengungkap pengakuan kakaknya jika Bunga yang diketahui berteman dengan pria asal Nias itu sudah ‘rusak’. Buktinya surat yang ditandatangani oleh Bunga sendiri.

“Ada yang ditandatanganinya. Dua sendiri yang menulis agar ada kesalahan yang sering diperbuatnya tidak terulang. Seperti mengambil barang, kecentilan, suka megang-megang orang. Saat dia di kampung dulu, Bunga sudah ada pacar orang asal Nias,” ungkapnya.

Bahkan MG tak tahu menahu status perkawinan ibu kandung Bunga. “Engga tahu kami ada atau tidak surat cerainya ibu si Bunga itu. Cerai dengan siapa? Karena kami enggak pernah tahu menikahnya kapan, sama siapa dan dimana,” tukas MG.

Bantahan lainnya disampaikan paman kandung Bunga, J Hasugian. Sebelum adanya laporan ke Polrestabes Medan itu, dirinya sudah mendengar isu cabul tersebut.

“Sebelumnya, saya sudah mendengar isu itu. Februari 2018 itu saya langsung menanyakan ke Bunga. Saat itu ada ibu Bunga dan mak tua Bunga sendiri. Beberapa kali saya tanya, Bunga mengaku tidak ada aksi cabul yang dilakukan KG tersebut. Saya lalu menyarankan (Bunga) pulang ke kampung untuk melanjutkan sekolah agar tidak terganggu,” ucap Hasugian.

Loading...