Panik saat dikejar, 2 pelaku begal bunuh ABG

Hotdi Silaban (41) dan Ridwan Hasibuan (26) tancap gas menghindari kejaran. Naas, di tikungan, kuda besi yang ditunggangi menghantam Ulan Safitri (13) hingga terpental beberapa meter kemudian tewas. Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini pun babak belur diamuk warga.

MEDAN-M24 | Hotdi Silaban (41) dan Ridwan Hasibuan (26) nyaris menghadap Sang Khaliq. Kedua warga Jln Pasar Merah V, Medan Estate ini babak belur dihajar massa setelah ketahuan mencuri dan menabrak warga hingga tewas.

“Ya benar, dua pelaku pencurian sepedamotor (kreta) kita amankan dari amukan massa kemarin. Pelaku juga menabrak seorang pengguna jalan hingga tewas,” terang Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin kepada awak media di halaman Mapolsek Patumbak, Senin (2/7).

Loading...

Dalam paparannya, Yaqin menyebut, amuk warga berawal kedua pelaku berkeliling di kawasan Medan Amplas. Mereka mencari target kreta yang mau dicuri. Setiba di Perumahan Oma Deli, Jln SM Raja Medan, pandangan kedua pelaku tertuju ke kreta Vario milik Rissat Ompusunggu (33) yang terparkir di depan rumah.

Suasana di sekitar lokasi yang sepi membuat keduanya mantap untuk mencuri kreta tersebut. Seorang pelaku lalu turun dari kreta Vario 150 warna hitam BK 6271 AFL dan mendatangi target. Dengan menggunakan kunci T, pelaku mulai membobol kunci kreta.

Saat tengah beraksi, Rissa Ompusunggu datang dan langsung meneriaki pelaku ‘maling’. Sontak, pelaku berlari ke arah temannya yang standby di kreta lalu kabur. Tak menyerah, korban terus berteriak sehingga menarik perhatian warga.

Tanpa dikomando, puluhan warga langsung mengejar pelaku yang kabur ke kawasan Pasar XII, Desa Marindal II, Kec Patumbak, Kab Deliserdang. Naas, saat menikung di Jln Nusa Indah Gg Melatu, kreta yang dikendarai pelaku menabarak seorang pengguna jalan, Ulan Safitri, warga Jln Indah Raya Gg Baru V Melati, Pasar XII, Patumbak. Tubuh gadis 13 tahun ini bahkan terpental hingga beberapa meter.

Kedua pelaku yang terkejut juga terjatuh bersama kretanya. Massa yang mengejar dibantu warga sekitar langsung menghajar kedua pelaku hingga babak belur. Beruntung petugas kepolisian yang mendapat informasi adanya amuk warga langsung meluncur ke tempat kejadiaan perkara (TKP). Petugas bahkan harus melepas tembakan ke udara untuk membubarkan massa dan menyelamatkan nyawa kedua pelaku.

Menghindari hal-hal tak diinginkan, kedua pelaku langsung dilarikan ke Mapolsek Patumbak. Sementara korban dibawa warga sekitar ke Rumah Sakit Medika, Jln SM Raja Medan guna mendapat pertolongan medis. Namun luka parah yang diderita membuat korban kehabisan banyak darah. Nyawanya tak dapat ditolong.

“Saat ini kedua pelaku masih dalam proses penyidikan di Polsek Patumbak untuk pengembangan. Sedangkan jasad korban sudah diambil oleh keluarga untuk disemayamkan,” tutur Yaqin.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Kasus ini tertuang dalam laporan kepolisian nomor: LP/VII/2018/SU/Restabes/Sek Patumbak tanggal 1 Juli 2018. (ahmad)

Loading...