Pelajar SMA Hamili Adik Kelas, Ibu Pelaku Tolak Ajakan Diadakan Pernikahan

PERCUT-M24 | Sebelum kasus cabul yang dilakukan E (18) terhadap Melati sampai ke ranah hukum, pihak keluarga Melati berencana untuk menikahkan keduanya. Hanya saja, ibu pelaku menolak mentah-mentah ajakan tersebut.

Hal tersebut dibeberkan oleh ibu korban yang akrab disapa Ramlah (50), Senin (1/10). Menurut perempuan yang punya tiga anak ini, begitu mengetahui putrinya hamil, dirinya langsung menghubungi suaminya, Suparjo yang berada di Malaysia.

Dirinya lalu menemui ibu pelaku di kawasan Simpan Jodoh Pasar 7 Tembung sebanyak tiga kali. Namun, tiap kali usulan pernikahan dilontarkan pada pertemuan itu, ibu pelaku acap menolak. Bahkan Ramlah mengaku mendapat perlakukan kasar yang berujung pertengkaran mulut antara dirinya dengan ibu pelaku.

Loading...

“Padahal kami sudah sampaikan kepada keluarga pelaku bahwa jika dilakukan pernikahan, kita tidak meminta yang macam macam. Cukup ijab kabul saja. Malah suamiku berencana membuat pesta pernikahan dengan biayanya, karena inikan anak perempuan satu-satunya,” kata Siti Ramlah kepada M24.

Atas dasar itulah, sambungnya, kesabaran dirinya dan suaminya terhadap keluarga pelaku habis. Kasus asusila itu dilaporkan ke kepolisian. Ramlah menyebut kekecewaan dirinya makin menjadi setelah tahu kalau pelaku sebelumnya juga pernah menyetubuhi perempuan lain. “Dari pada nanti anak saya tersiksa jika dikawinkan, lebih baik saya penjarakan pelaku,” tuturnya.

Terpisah, Khaidir, kepala sekolah tempat E menimba ilmu mengakui jika E saat ini duduk di kelas 12 IPS 1 di sekolahnya. Menurutnya E merupakan murid pindahan dari salah satu SMA di Jln Letda Sudjono. Oleh sebab itu, E baru 2 bulan lebih belajar di sekolahnya. “Malahan dia belum melunaskan uang pendaftarannya dan belum masuk namanya ke prodik sekolah. Makanya saya tidak tahu masalah tersebut,” katanya.

Khaidir menegaskan akan mengeluarkan E dari sekolah yang dipimpinnya jika kasus yang menjerat itu terbukti. “Lebih baik saya berhentikan dia (E) daripada sekolah kami dicap buruk,” pungkasnya. (irwan)

Loading...