Pelajar SMA Hamili Adik Kelas

Modal bujuk rayu, seorang pelajar SMA di Percut Sei Tuan, Deliserdang berhasil merenggut kesucian adik kelasnya. Dia kabur setelah hubungan haram itu membuahkan janin. Akhirnya, persoalan pun sampai ke tangan polisi.

PERCUT-M24  | Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (29/9) malam, menerima pengaduan remaja perempuan berumur 16 tahun. Melati, sebut saja namanya begitu, mengaku telah diperdaya hingga hamil oleh kakak kelasnya.

Dalam laporannya, Melati menyebut lelaki berinisial E (17) itu sudah tak terlihat lagi batang hidungnya. Lelaki yang telah empat kali menyetubuhinya itu bahkan tak lagi masuk sekolah.

Loading...

Melati mendatangi Markas Polsekta Percut Sei Tuan ditemani ibu dan anggota keluarga lainnya. Ramlah (50), sang ibu, pun mengungkap bahwa Melati sudah empat bulan mengandung janin hasil hubungan haram dengan kakak kelasnya itu.

Karena perut Melati mulai membesar, Ramlah mengatakan pihak keluarga menyetop pendidikan siswi kelas 2 SMA itu. “Ya, apalagi kita kan sudah melapor ke Polsek Percut,” ujar Ramlah, Minggu (30/9), saat ditemui di kediamannya, Jln Besar Tembung, Kec Percut Sei Tuan.

Ikut menemui metro 24 dalam kunjungan itu, Melati kemudian membeber kapan pertama kali persetubuhan berlangsung. Waktu itu, akhir April 2018, di rumah pelaku.

“Saat itu sekolah lagi libur. Rumahnya lagi kosong karena ibunya jualan rujak di Simpang Jodoh, sedangkan adiknya lagi main keluar rumah,” kata bungsu dari 3 bersaudara ini.
Saat itu, pelaku yang merupakan sulung dari tiga bersaudara berjanji akan bertanggung jawab, apabila korban hamil. “Waktu pertama, gak sakit. Biasa aja. Tapi, dia yang pertama bikin berdarah,” ucap korban yang bersekolah di salah satu SMA di Jln Letda Sudjono. Tanpa diduga, hubungan seks yang pertama itu, membuahkan hasil. Melati telat datang bulan. Namun, dia masih menutupi dari keluarga. Meski begitu, dia tetap tak protes ketika digiring kakak kelasnya itu masuk ke kamar. “Empat kali kami melakukannya di dalam kamar dia (E, red). Itu terjadi saat rumahnya kosong,” ucap korban.

Selama empat kali melakukan hubungan seks, katanya, E terus mengucapkan siap bertanggung jawab untuk menikahi dirinya. Rayuan itulah yang dipegang oleh korban sehingga ia rela melayani nafsu E. “Dia janji akan menikahiku,” kenang korban. Perangai E mulai berubah saat perut dirinya mulai membesar. Pemuda ini seolah menghilang. Dia tak pernah memberi kabar hingga mengunjungi korban.

Sementara Ramlah menuturkan, dia mendapat kabar jika pelaku sebelumnya pernah meniduri gadis lain yang tinggal di Pasar 9, Tembung. Cewek itu merupakan teman satu angkatan pelaku di sekolah. “Saat itu korbannya tidak hamil. Kabarnya kedua pihak
membuat perjanjian di kantor polisi bahwa setelah pelaku tamat sekolah, akan menikahi korbannya. Jika tidak, orang tua pelaku akan dipidanakan, itu yang saya dengar,” tuturnya.

Sambung Ramlah, mereka sudah bertemu dengan keluarga pelaku sebanyak tiga kali. Akan tetapi, keluarga pelaku seolah lepas tangan. “Alasan ibunya bahwa pelaku pergi dari rumah karena dipukuli pamannya yang mengetahui perbuatannya. Pelaku juga katanya sudah tidak masuk sekolah lagi, padahal dia kelas 3 saat ini,” ungkap perempuan yang suami dan kedua anak laki-lakinya berada di Malaysia.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri kepada M24 mengatakan bahwa belum mengetahui pengaduan tersebut. “Nanti saya cek di SPKT,” katanya.(irwan)

Loading...