Pelanggan diskotek super didor

40

Herry – Berastagi | Hobi menikmati dunia gemerlap (dugem) di Diskotek Super, Medan membuat Chandra Tarigan merasakan timah panas petugas. Pasalnya, uang untuk dugem dihasilkan dari merampok.

Sepak terjang Chandra Tarigan di dunia kejahatan untuk sementara harus terhenti. Pasalnya, kaki kanan pria 35 tahun ini ditembus peluru petugas Reskrim Polsekta Berastagi.

Seperti dituturkan Kanit Reskrim Polsekta Berastagi, Iptu Johanes Munthe SH, Selasa (10/4), penembakan dilakukan karena warga Lorong Vanleith, Kel Gundaling 1, Kec Berastagi, Kab Karo ini melakukan perlawanan saat ditangkap, kemarin (9/4) sekitar pukul 21:00 WIB.

Chandra Tarigan, lanjutnya, merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah menjadi target operasi pihak kepolisian. Bagaimana tidak, sejak menghirup udara bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Kabanjahe, pertengahan Juni 2017 lalu, ia sudah puluhan kali beraksi di wilayah hukum Polres Karo.

Aksinya terbongkar setelah mencuri kreta Beat milik warga Berastagi. Berdasarkan laporan korban, petugas melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya mengarah kepada Chandra. Senin (9/4), petugas mendapat informasi jika tersangka berada di rumahnya.

Tak membuang waktu, tim Reskrim Polsekta Berastagi langsung melakukan penggrebekan dan menangkap tersangka. Bukannya menyerah, tersangka nekat melakukan perlawanan. Melihat itu, petugas pun mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanan. Akhirnya tersangka roboh.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diboyong ke Makopolsekta Berastagi untuk menjalani pemeriksaan. “Benar, tersangka curanmor Chandra Tarigan sudah kita amankan. Saat ini sedang dalam pemeriksaan dan pengembangan,” jelas Johanes Munthe pada M24.

Pada kesempatan itu, tersangka mengakui semua perbuatannya. Bahkan dalam delapan bulan, ia sudah puluhan kali beraksi. Semua hasil curian dijual ke luar wilayah Karo. Uang penjualan hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya.

“Sejak keluar, sudah banyak kali kuambil kreta orang. Berapa jumlahnya sudah lupa aku, tapi seingatku sudah puluhan kali dan sekarang baru ketangkap,” ucap tersangka sambil meringis menahan rasa sakit di kakinya.

“Rata-rata petikanku (kreta curian) kujual keluar Karo. Uang hasilnya habis kubuat untuk senang-senang, dugem di Diskotek Super, Medan serta main perempuan,” tutupnya.

Loading...