Pembagian Tanah Warisan Belum Jelas, Pemerintah Dikabarkan Keluarkan SHM

88

 

ALEX-TOBASA | Sekira kurang lebih 38 Ha lahan yang berada di Desa Silaen Kecamatan Silaen, Toba Samosir hingga kini masih belum jelas statusnya karena polemik antara ahli waris. Informasi yang dihimpun, lahan tidur ini telah bersengketa sejak tahun 1972.

Bahkan, ahli waris yang berhak memiliki lahan ini diyakini mencapai 150 KK lebih. Meski begitu, hingga kini lahan ini disebut belum pernah bersengketa hingga ke meja pengadilan. Namun akhir-akhir ini beredar informasi jika BPN akan mengeluarkan SHM (Sertifikat Hak Milik).

Meski begitu, tidak diketahui siapa saja nama-nama ahli waris tersebut yang akan mendapat SHM tersebut, termasuk letak lahan yang akan dimiliki oleh ahli waris.

Akibatnya, salah seorang ahli waris, Baringin Silaen yang merasa dipermainkan akhirnya mendirikan plank bertuliskan bahwa tanah tersebut adalah miliknya, sejak Minggu (23/4/2017) lalu. Hingga berita ini diturunkan, plank tersebut masih berdiri di lokasi.

Kepada awak media ini, Baringin mengaku kesal dan keberatan atas penerbitan SHM tersebut, pasalnya hingga saat ini data soal identitas ahli waris saja masih belum jelas.

“Siapa yang akan menerima SHM itu? Letak lahannya sebelah mana? Siapa berbatas dengan siapa? Berapa luas tanah yang akan diterima ahli waris? Sudahkan penerbitan SHM itu sesuai prosedur? Semuanya tidak jelas, tiba-tiba disebut SHM nya akan keluar, lalu SHM itu punya siapa,” ujarnya kesal.

Menurut Baringin, sesuai informasi yang didapatnya dari Camat Silaen, bahwa SHM lahan tersebut akan keluar dalam waktu dekat ini.

Baringin menduga ada permainan dalam pembagian lahan tersebut. Pasalnya hingga saat ini belum jelas siapa-siapa saja penerima ahli waris lahan tersebut.

“Masa kita nggak tau mana bagian kita dan kita berbatas dengan siapa? Ini kan sudah jadi tanda tanya,” ujarnya menambahkan.

Sejak Tanah Tala ini berperkara tahun 1972, lahan ini hanya menjadi lahan tidur karena tidak ada yang berani mengelolah.

Namun sejak tahun 2017 lahan ini mulai dibenahi, satu unit alat berat diturunkan untuk membuat irigasi air meski hingga saat ini belum jelas nama-nama para ahli waris.

Loading...