Penadah Nyanyi, 2 Pelaku Curanmor Didor

BINJAI-M24 | Tim Opsnal Unit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Binjai meringkus tiga warga Binjai Utara yang diduga terlibat sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Binjai dan Langkat.

Mereka adalah BP alias Bagus (19) dan DP alias Dicky (20), keduanya tersangka eksekutor curanmor, warga Jln MT Haryono, Link I, Kel Damai, serta MF alias Ompong (31), penadah, warga Jln Gumba, Link X, Kel Cengkeh Turi.

Petugas juga mengamankan barang bukti empat kreta curian; Honda Supra X merah BK 2789 RAH, Honda Supra X merah BK 6247 ADQ, Honda Verza biru tanpa plat dan Kawasaki Ninja merah muda tanpa plat, serta dua telepon genggam.

Loading...

“Saat berlangsung proses penangkapan, dua dari tiga tersangka, yakni BP dan DP, terpaksa dilumpuhkan anggota dengan tembakan ke arah kaki, karena berupaya melarikan diri,” kata Kapolres Binjai, AKBP Donal P Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno, dan Kanit I Pidum, Ipda Hotdiatur Purba, Selasa (17/7) siang.

Operasi penangkapan berawal pengaduan Mas Eka Darma, warga Jln Gunung Bendahara, Link XII, Kel Binjai Estate, Kec Binjai Selatan, Kota Binjai pada 22 Juni 2018. Dalam laporannya korban mengaku kehilangan kreta Supra X hitam BK 2789 RAH dari parkiran samping Masjid Nurul Huda, Kel Binjai Estate.

“Dalam penyelidikan, anggota mendapatkan informasi keberadaan sepedamotor (kreta) yang hendak dijual agen di Kelurahan Cengkeh Turi memiliki ciri fisik sangat identik dengan sepedamotor korban,” ujar Donal Simanjuntak.

Tim Opsnal Unit I Pidum segera melakukan investigasi ke lokasi. Hasilnya, agen jual-beli kreta berinisial MF diamankan. Hasil interogasi lebih lanjut, tersangka MF mengakui jika kendaraan itu merupakan barang titipan dua rekannya, BP dan DP, tidak lain eksekutor pencurian kreta.

Petugas pun mengamankan tersangka MF dan barang bukti kreta diduga milik korban, berikut tiga kreta diduga hasil curian. “Anggota Opsnal kemudian mengalihkan fokus operasi penangkapan terhadap dua tersangka eksekutor pencurian, yakni BP dan DP, yang diinformasikan berada di Kampar, Provinsi Riau,” beber Kapolres.

Pihaknya juga mendapat informasi jika kedua tersangka bekerja sebagai buruh harian lepas perkebunan kelapa sawit, di Desa Senamanenek, Kec Tapung Hulu, Kab Kampar. Sembari berkoordinasi dengan kepolisian setempat, kedua tersangka akhirnya diringkus di salah satu rumah di Komplek Perumahan Sei Kencana, Afdeling II, PT Perkebunan Nusantara V, Desa Senamanenek.

Karena berusaha kabur, keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki. Setelah menjalani operasi pengangkatan proyektil, keduanya diamankan menuju Mako Satreskrim Polres Binjai guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi, tersangka BP dan DP merupakan spesialis curanmor dan pernah beraksi di 13 lokasi berbeda di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat dalam satu bulan terakhir,” pungkas Kapolres.

Yaitu 3 kali di Sukaramai, 3 kali di Kel Jati Negara, 2 kali di Kel Damai, 1 kali Kel Jati Karya, 1 kali di Kel Jati Utom, 1 kali di Kel Sumber Muliorejo, 1 kali di Kel Tanah Seribu dan 1 kali di Desa Sambirejo, yang laporannya masuk ke Unit SPKT Polsek Binjai.

BP dan DP dijerat Pasal 363 KUHPidana, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sedangkan tersangka MF dijerat Pasal 480 KUHPidana tentang penadahan dengan ancaman empat tahun penjara. (sopian)

Loading...