Penegak Hukum Jangan Terima Suap Dari BD Narkoba

301
Demo tunggal, Malik Purba saat membacakan tuntutannya di PN Tebing Tinggi

Mahasiswa Demo Tunggal Ke PN Tebing Tinggi

 

Demo tunggal, Malik Purba saat membacakan tuntutannya di PN Tebing Tinggi
Demo tunggal, Malik Purba saat membacakan tuntutannya di PN Tebing Tinggi

M24.co-TEBING TINGGI-

Seorang mahasiswa menggelar aksi demo tunggal di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Tebing Tinggi, Kamis (4/8/2016) sekira pukul 11.00 WIB. Dalam tuntutannya, pria bernama Malik Purba menyampaikan perihal penegak hukum terhadap para bandar (BD) narkoba.

Dalam orasinya, Malik menyatakan penyalahgunaan narkoba telah terbukti merusak masa depan bangsa di negara mana pun khususnya Republik Indonesia RI. Sebab, daya rusak yang ditimbulkan begitu luar biasa. Merusak karakter manusia, merusak fisik dan kesehatan masyarakat serta dalam jangka panjang berpotensi besar mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa.

Generasi muda sebagai harapan bangsa kini terancam ikut rusak, karena dampak buruk dari narkoba. Pengaruh negatif dari narkoba juga berpotensi membahayakan keutuhan NKRI serta merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.

Terbukti konflik SARA yang berakibat dilakukannya penjarahan serta pengerusakkan yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara dilakukan beberapa oknum yang positif menggunakan narkoba.

Tambah Malik saat ini PN tebing Tinggi akan menggelar sidang bandar narkoba yang cukup terkenal di Sumatera Utara untuk wilayah Kabupaten Simalungun, Kota Siantar dan Kota Tebing Tinggi bernama Arifin alias Apin Lehu. Dan menyidangkan Gunawan Prasetio yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selain bandar narkoba, Gunawan juga terlibat dan menjadi tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari bisnis narkoba. Gunawan ditangkap dirumahnya di Perumahan Tebing Indah Permai Nomor 10-11A Kelurahan Bandar Utama Kota Tebing Tinggi.

Gunawan terlibat peredaran gelap narkotika didaerah Surabaya, Jakarta, Cilacap dan beberapa daerah lainnya. Dari Gunawan disita Rp 17 miliar hasil TPPU. Pembunuh berdarah dingin itu telah membuat generasi muda mati pelan pelan karen narkotika sebagaimana perkataan Kepala BNN Komjen Budi Waseso pada hari Selasa (26/1).

Untuk itu selaku generasi muda yang tergabung  dalam HIMMAH, GPA, IPA dan beberapa unsur lainnya itu. Malik menuntut dukungan moril kepada pihak PN khususnya para majelis hakim yang menyidangkan para penjahat narkoba, jangan gentar memberikan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku di Repbulik Indonesia. Bahkan jika fatal maka hukum mati, dukungan moril kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menuntut hukuman mati para bandar narkoba.

Ditambah Malik, hanya mengingatkan penegak hukum untuk tidak menerima suap dan coba-coba bermain menjadi mafia untuk memberikan hukuman ringan kepada para bandar narkoba. “ Saya bersama mahasiswa lainnya terus melakukan pengawasan sebagai sosial kontrol dan mengutuk penegak hukum yang terlibat khususnya oknum anggota kepolisian dan TNI yang melindungi bandar narkoba,” sebutnya.

Usai menggelar aksi demo tunggal, Malik menyerahkan pernyataan tuntutannya kepada Humas PN Tebing Tinggi, Wira Indra Bangsa. “ “Saya tetap menghormati proses hukum dan tidak melakukan intervensi.Saya hanya melakukan aksi untuk menyampaikan pendapat terkait aspirasi tentang bahaya narkoba bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.(nal)

Loading...