Pengusaha Konveksi Dibunuh Lantaran Dendam

Muhajir semasa hidup saat foto bersama anaknya.

MEDAN-M24 | Penyidik Polres Deliserdang masih menyelidiki motif di balik kematian Muhajir, Manager PT Domas Tanjungmorawa yang diduga meninggal dalam keadaan tidak wajar. Pascakejadian ini, beberapa keluarga Muhajir mengalami mimpi, yang dianggap sebagai petunjuk untuk mengungkap peristiwa tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya manager PT Dalmos yang dipastikan menjadi korban pembunuhan,” kata Kasatreskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra , Jumat (12/10).

Dari hasil penyidikan sementara, kepolisian menduga pelaku memiliki dendam dengan korban, dan berimbas kepada Suniati (50) dan M Solihin (12), istri dan anaknya. Hal ini dibuktikan dengan tidak ada harta benda milik korban di dalam rumah yang hilang.

Loading...

“Kalau dibilang motif perampokan, tidak ada harta korban yang hilang. Kunci pintu tidak rusak, HP korban dan sepeda motor korban masih ada di dalam rumah,” terang Bayu.

#Petunjuk Lewat Mimpi
Pascakejadian ini, beberapa keluarga Muhajir mengalami mimpi. Mimpi ini dianggap sebagai petunjuk untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Seperti penuturan Muhammad Baedah (44), adik kandung Muhajir. Kepada sejumlah wartawan, Baedah menyebutkan anaknya Rangga (11) bermimpi ada seorang laki-laki mengetuk pintu rumah Muhajir. Di belakang pengetuk pintu itu, ada dua orang laki-laki lain.
Ketika Muhajir membuka pintu, laki-laki yang mengetuk pintu rumah itu langsung memukul kepala Muhajir. “Anakku ceritakan mimpinya itu sama ibunya,” sebut Baedah.

Bukan cuma Rangga. Mimpi terkait tewasnya peristiwa tersebut turut dialani oleh Ria, adik ipar Baedah. Disebutkan Baedah, dalam mimpi, adik iparnya bertemu dengan Solihin. Ketika itu Solihin menunjuk lantai rumah yang berlumuran darah. “Adik iparku itu bermimpi jika Muhammad Solihin berlari seperti ketakutan,” ujar Baedah.
Petunjuk lewat mimpi juga dialami oleh Wak Tembong. Wanita yang selalu bertugas mengkafani jasad ini bermimpi, Suniati menjerit minta tolong karena dibuang di rawa-rawa.

Pantauan di rumah duka, Jumat (12/10), Desy dan keluarganya masih dalam suasana duka. Desi berharap agar ibu dan adiknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ia menyebut ayahnya sudah dikebumikan, Kamis (11/10) malam.

“Bapak dan ibu saya itu orangnya baiklah. Setahu saya enggak punya musuh mereka. Tapi kok bisa tega kali pelakunya. Saat ditemukan di sungai ayah saya dalam keadaan kaki dan tangannya terikat. Saat ini belum ada kabar dari polisi dimana ibu dan adik saya,” ucap Desi dengan raut wajah sedih saat ditemui di rumah kontrakannya.
Rumah kontrakan Desi ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah orang tuanya. Ia memilih mengontrak karena sudah berkeluarga.

“Padahal Senin malam adik saya itu masih datang ke rumah. Dia belajar karena mau ujian paginya. Jam sembilan malam itu dia pulang dari rumah saya. Kalau sama ibu hari Senin ya masih jumpa dia main ke rumah. Di situ sajalah terakhir saya jumpanya. Selama ini mereka juga enggak pernah ada cerita punya masalah, ya itu karena orangtua saya memang enggak ada musuhnya,” kata Desi diiringi tangisan tersedu-sedu.

Diberitakan sebelumnya, Muhajir bersama istri Suniati (50) dan putranya M Solihin (12), hilang secara misterius dari rumahnya, Senin (8/10). Hilangnya keluarga ini, dilaporkan oleh putri korban Desy Rahmawati ke Polsek Tanjungmorawa.

Hingga akhirnya jasad Muhajir ditemukan mengambang di Sungai Blumai, Deliserdang. Tangan dan kaki Muhajir terikat tali. (yan febri)

Loading...