Penipuan lewat online, dikendalikan dari Lapas

Metro24 | Komplotan penipu online lintas provinsi dibongkar pihak kepolisian. Komplotan ini dikendalikan narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang, Jawa Barat. Dua orang jaringan Kelompok Geledek ini dibekuk di kawasan Jakarta dan Bandung.

Tersangka Z Muslim (44) dan Mad Dameri alias Mamat (38), berperan pembeli dan penyedia buku rekening Bank (ATM dan Mobile Banking) di lapas. Polisi menyita 20 buku tabungan berbagai bank. Kemudian di lapas petugas juga mengamankan Muhammad bin Sarita alias Ahmat dan Supriyatna alias Black alias Salaman.

“Saat kami geledah SIM card aktif dengan No Telepon terlapor ada pada tersangka M. Untuk tersangka S kepala kamar Lapas Blok B 2.5 berperan sebagai koordinator Geledek di kamar itu. Juga kami sita 17 hanphone, 10 SIM card dan 2 kartu ATM dan buku tabungan,” kata Dirreskrimum Polda Maluku, Kombes Gupuh Setiyono, Jumat (18/5).

Loading...

Kombes Gupuh mengatakan, kelompok ini beraksi secara terorganisir dan masif melibatkan hampir 80 persen napi di lapas. Kemudian memiliki jaringan di luar napi yang bertindak sebagai penyedia nomor rekening dan pengambil uang hasil kejahatan. Selain itu ada indikasi juga keterlibatan pihak sipir lapas,” ujarnya.

Dari keterangan napi di Lapas Karawang, sambung Kasubdit I/ Kamneg Kompol Handik Zusen kelompok Geledek lainnya tersebar di wilayah Jawa Barat salah satunya berada di Lapas Subang yang diduga mayoritas napinya menjalankan penipuan online. “Kami masih lakukan penyelidikan termasuk yang mengambil uang di luar lapas,” tukas Handik.

Kasus penipuan online itu terbongkar dari salah satu laporan korban Army Wisnu Pradana. Wisnu ditelepon seseorang yang suaranya mirip Budi (seniornya) dan diduga anggota polisi yang menilangnya. Karena meyakinkan, korban akhirnya 3 kali mengirim dana total Rp 18.000.001 via transfer.

“Teknik terlapor meyakinkan korban mentransfer dana dengan menambahkan angka 1 dibelakang nominal uang yang akan ditransferkan. Sehingga secara otomatis ditransaksi nilainya akan bertambah kelipatan 10. Jika ditransfer Rp 500.000 ditambah angka 1, jadi Rp 5.000.001,” pungkasnya.

Dari hasil penyelidikan petugas menciduk Z Muslim tanpa perlawanan di Soreang, Bandung. Kemudian dikembangkan meringkus Mad Dameri alias Mamat di Jalan Raya Bungur , Kampung Rambutan, Ciraca, Jakarta Timur. Hingga terbongkar penipu online tersebut dikendalikan napi dalam lapas karawang. Petugas sendiri masih memburu jaringannya bernama Budi. (pkc)

Loading...