Pensiunan TNI AU Tewas Dipenggal Kawan Sendiri

33

Rusdianto Barus (55), yang tewas dengan kepala terpenggal di Perkebunan, Namorubejulu, Kutalimbaru, ternyata korban perampokan. Perampok ganas dan sadis itu tak lain kedan (kawan) korban sendiri.

MEDAN-M24 | Kamatian tragis Rusdianto Barus berhasil diungkap Polda Sumut.
Mantan (pensiunan) perajurit Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) itu dirampok dan dibunuh, mayatnya kemudian ditemukan dalam kondisi kepala terpenggal.
Belakangan terungkap jika pelaku sadis yang menghabisi nyawa Rusdianto Barus adalah Feri Ginting (35) warga Jln Samanhudi Lingk IV, Kec Binjai Selatan, Kota Binjai.
“Berkat kerja keras tim, pelaku pembunuhan sadis di Kutalimbaru telah kita tangkap. Tersangka ditangkap tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut di lokasi persembunyiannya di Binjai Selatan,” papar ujar Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjutak kepada wartawan, Sabtu (11/8).

Dijelaskan Maringan, awalnya polisi kesulitan mengungkap kasus ini. Hanya saja berdasar sabuk (ikat pinggang) PHD dengan lambang TNI yang dikenakan korban saat ditemukan di kebun sawit milik S Keliat di Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorambe Julu, Kutalimbaru, Deliserdang pada Minggu (5/8) lalu menjadi titik awal penyelidikan polisi. Rudianto diduga tewas dibantai hingga kepala terpisah dari tubuh lalu jasadnya dibakar.
“Berdasarkan temuan itu, Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut langsung membentuk tim guna mengungkap kematian korban,” terang Maringan.

Sepekan melakukan penyelidikan, kerja keras tim akhirnya berbuah manis. Jejak pelaku berhasil terendus, karena sempat melakukan komunikasi dengan korban melalui telpon seluler pada 22 Juli 2018. “Dari situlah diketahui bahwa korban dibunuh dan pelakunya diduga Feri Ginting,” ungkap Maringan.

Setelah mengantongi identitas pelaku, tim kemudian melacak keberadaan tersangka. Hasilnya, tersangka terdeteksi berada di Binjai Selatan tepatnya di Desa Puja Dadi. Tak mau buang waktu, tim pun bergerak melakukan pengejaran dan berhasil mengamanakan Feri Ginting pada Jumat (10/8).

Selain tersangka, tim petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, 1 unit handphone merk Nokia 105 dengan Nomor 081260426900 dan Simcard Telkomsel dengan IMSI 6210 0564 2560 4880 00.
Soal motif perampokan dibenarkan oleh salah seorang personel Polda Sumut yang sempat berbincang dengan kru metro24. Personel yang enggan menyebut jati dirinya itu menyebut jika antara korban dan pelaku berteman. Mengingat adanya kedekatan emosional antara pelaku dan korban, motif lain di balik tewasnya korban juga sedang diselidiki lebih mendalam.
“Iya motifnya perampokan. Perampoknya (Feri Ginting, red) ternyata kedannya sendiri, mereka berteman,” beber personel berwajah tampan itu.

Ketika ditanya, apa yang membuat tersangka hingga tega menghabisi nyawa korban secara keji dan sadis, anggota Polda Sumut itu engan memberikan keterangan detail. “Tidak tahu sejauh, mungkin masih dalam penyelidikan. hanya itulah info yang kami tahu,” kilahnya.

Hal senada ditegaskan AKBP Maringan Simanjuntak. Ketika dikonfirmasi ulang terkait kedekatan korban dan terasangka, dia masih engan memberikan keterangan. “Siap, nanti akan dipaparkan,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, saat pertama kali ditemukan jasad korban yang awalnya disebut Mr X berada dalam posisi telungkup, kepala terpisah dari badan sekitar kurang lebih 15 meter.
“Kita mendapat informasi dari warga, kita turun ke TKP. Saat kita temukan, korban dalam posisi telungkup, kepala terpisah dari badan sekitar kurang lebih 15 meter. Kita menduga korban sengaja digorok. Tim Inafis Sat Reskrim Polrestabes Medan juga melakukan olah TKP dan mayat korban langsung dievakuasi sudah ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk diotopsi,” sebut Amir sembari menambahkan korban diperkirakan tewas sejak 22 Juli 2018 lalu, sesuai keterangan pemilik kebun sawit.

Adalah Pairun dan Sumardi warga Desa Emplasmen Kwala Mencirim Langkat pertama kali menemukan jasad tanpa identitas tersebut. Kondisi jasad mengenaskan dengan kondisi telungkup dan kepala terpisah dari badan sejauh 15 meter.

Kedua saksi tersebut pada pukul 16:00 WIB kemudian melapor kepada Kepala Desa Namorubejulu Sedta Ginting yang kemudian diteruskan kepada Kapolsek Kutalimbaru.
Sementara informasi yang diperoleh dari Kepala Lingkungan (Kepoling) IV Kec Binjai Selatan, Zulkarnain Sembiring, tersangka Feri Ginting sudah lama tidak kelihatan di kampungnya. “Memang betul Feri Ginting itu warga saya, namun sudah bertahun-tahun yang bersangkutan tidak kelihatan. Hanya orangtuanya saja yang nampak di rumah,” kata Zulkarnain Sembiring.

Sehari-harinya, terang Sembiring, tersangka Feri Ginting dikenal biasa-biasa saja. “Dia seorang peternak lembu dan sudah bertahun-tahun tidak kelihatan lagi di kampung kita. Sekitar 5 tahun lalu dia menikah dengan seorang wanita yang tinggal di Namoterasi. Dan sejak menikah dia jarang pulang ke rumah orangtuanya,” pungkas Zulkarnain.

Pangkat Terakhir Pelda
Sementara itu, sebelumnya atau pada Selasa (7/8), Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak memapar jika korban adalah pensiunan TNI AU dengan pangkat terakhir Pelda.

Sebelum pensiun pada 2016 lalu, Rusdianto bertugas di Bagian Ruops Lanud Soewondo Medan dan beralamat di Kompleks TNI AU Karang Sari I. Identitas korban diketahui setelah petugas mencocokkan sidik jarinya dengan data di Catatan Sipil.
Informasi yang diperoleh kemudian dikoordinasikan dengan pihak POM TNI AU dan istri korban, Rosalina Pitaloka Tambunan (53) untuk sama-sama melihat jenazah di RS Bhayangkara Medan.

Rosalina yang telah melihat langsung jasad korban ke RS Bhayangkara Medan juga yakin pria itu adalah suaminya. Pakaian yang dikenakan jasad itu mirip persis dengan yang dipakai suaminya saat meninggalkan rumah 2 minggu sebelum ditemukan tewas.
“Istri korban menerangkan sejak tanggal 22 Juli 2018 suaminya tersebut sudah tidak pulang ke rumah. Pada 1 Agustus 2018 sekitar pukul 18.00, istrinya telah membuat laporan orang hilang ke Polsek Medan Baru,” jelas Maringan.

Ketika ditemukan, jasad korban mengenakan kemeja merk Cardinal putih, celana jins abu-abu merk Levis dan sepatu kulit. Korban juga memakai sabuk PDH TNI. (ahmad/edi)

Loading...