Penyidik KPK Minta Anggota DPRD Sumut yang Ditahan ‘Nyanyi’

410

KPK-tangkapM24.co-MEDAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan tujuh anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019, Jumat (5/8) kemarin. Sebaiknya 7 wakil rakyat tersebut agar bernyanyi (mengungkap)sehingga terbuka lebar siapa sebenarnya dalang dibalik suap pengesahan APBD Sumut tersebut,

Anggota dewan dipersidangan nantinya agar bernyanyi, siapa-siapa yang menerima dana haram tersebut, karena dana yang dibagikan Gatot tersebut adalah uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dihadapan hukum.

Hal tersevut dikatakan Ketua Barisan Rakyat Pengamat Korupsi (Barapaksi) Sumut Otty S Batubara kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, dalam kasus tersebut pasti banyak yang terlibat suap, apalagi hampir semua anggota DPRDSU menerima uang suap tersebut dan sudah beberapa kali diperiksa KPK. Sudah seharusnya seluruh anggota DPRDSU yang menerima suap agar dipenjara agar menjadi efek jera dikemudian hari, Ucapnya.

Seperti diketahui, tujuh legislator yang ditahan adalah Muhammad Affan dan Budiman Nadapdap dari PDI-P, Guntur Manurung dari Partai Demokrat, Zulkifli Effendi Siregar dari Hanura, Bustami HS dari PPP, Parluhutan Siregar serta Zulkifli Husein dari PAN merupakan tersangka penerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Afan, Guntur, dan Parluhutan akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Sementara, Budiman, Zulkifli Effendi, dan Bustami akan ditahan di Rutan Salemba. Sedangkan Zulkifli Husein ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.“Semua (tersangka) ditahan mulai hari ini sampai dengan 20 hari ke depan. (red)

Loading...