Perampok Bersenjata Api Mati Dipukuli

20

Senjata api (senpi) yang dipegang tak membuat warga ketakutan. Muel Siregar (35) dipukuli hingga mandi darah. Spesialis perampok rumah mewah ini akhirnya tewas.

LABUHAN-M24 | Muel Siregar (35) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Ruang Intensif Care Unit (ICU) Rumput Bhayangkara Polda Sumut Jln KH Wahid Hasyim, Medan, Kamis (9/8) dinihari.

“Iya, salah seorang pelakunya, bernama Pak Muel Siregar (35), warga Martubung akhirnya tewas di rumah sakit akibat luka-lukanya karena diamuk masa,” ucap Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon SH melalui Kanit Reskrim, Iptu Bonar kepada M24, Kamis (9/8) pukul 16:00 WIB.

Bonar menambahkan, Muel Siregar diamuk massa bersama dua temannya Anto Pasaribu (33), warga Desa Naga Saribu II, Kec Lintong Nihuta, Kab Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Adek Candra Ginting (34), warga Jln Jamin Ginting Pasar 7, Simpang Pos, Padangbulan, Rabu (8/8). Sedangkan seorang temannya (identitasnya masih dirahasiakan polisi) berhasil melarikan diri.

Awalnya, empat pelaku dengan mengendarai mobil Avanza BK 1231 QB mendatangi salah satu komplek perumahan mewah di Jln Karya Baru II No.19, Kel Helvetia Timur, Kec Medan Helvetia. Di situ mereka berhenti di rumah Yusdawanti (31) yang tampak kosong. Ketiganya lalu mengeluarkan dua besi linggis dan bermaksud membongkar rumah. Seorang standby di atas mobil

Naas, pemilik rumah tiba. Curiga melihat mobil di dalam pagar rumahnya, Yusdawanti menekan klakson mobilnya. Sontak ketiga pelaku yang belum sempat menjarah barang berharga korban langsung masuk ke mobil dan kabur. Melihat orang tak dikenal keluar dari rumahnya, pemilik rumah dibantu warga mengejar mobil pelaku hingga ke Jln Kapten Sumarsono.

Di situ Muel Siregar menembakkan senjata api (senpi) jenis airsoft gun dari mobil ke udara beberapa kali. Bukannya balik kanan, warga dan korban terus mengejar. Pelaku lalu masuk ke persimpangan KFC Zipur, Desa Helvetia, Kec Labuhandeli. Di situ ban mobil pelaku bocor. Hanya saja, para pelaku terus tancap gas dan masuk ke Jln Panitra, Kel Tanjung Mulia, Kec Medan Deli.

Para pelaku terjebak jalan yang sempit ditambah kerumunan warga bertambah banyak. Akhirnya keempat pelaku yang turun dari mobil langsung disambut warga. Muel Siregar yang tertangkap langsung dihajar hingga sekarat. Sementara dua temannya, Anto dan Candra sempat kabur. Keduanya berhasil ditangkap warga di depan kantor Lurang Tanjung Mulia, Kec Medan Deli. Seorang pelaku lainnya berhasil kabur.

Petugas dari Polsek Medan Labuhan yang mendapat informasi segera meluncur ke lokasi dan mengamankan ketiga pelaku. Karena sekarat, Muel langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Medan.
Sedangkan, Alvin Sihombing dan Steven Sihombing dibawa ke Mapolsek Medan Labuhan.

Naas, akibat luka parah di bagian kepala, Muel Siregar menghembuskan nafas terakhirnya. Dalam pemeriksaan diketahui jika ketiga pelaku merupakan spesialis pembobol rumah mewah. Di wilayah hukum Medan Helvetia sendiri, tercatat 10 laporan kejahatan yang dilakukan ketiga pelaku.

Sehubungan dengan tempat kejadian perkara (TKP), kedua tersangka diserahkan ke Polsek Helvetia. “Tadi malam (Rabu 8/9) sekitar pukul 20:30 WIB, rekan kita dari Polsek Helvetia datang menjemput mereka. Karena peristiwa pidananya ya di wilayah hukum mereka (Medan Helvetia). Kita hanya menangkap para pelaku yang kabur ke wilayah hukum kita,” pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak tersebut.

Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan berupa 1 unit mobil Avanza warna hitam BK 1231 OB (kaca pecah), 3 set plat mobil, 1 pucuk senpi jenis airsoft gun, 1 linggis, 1 gunting besim 6 plat besi padu, 1 bilah pisau, 1 gembok, 1 bilah samurai, 5 kunci leter L, 2 tas coklat dan hitam, 2 HP, 1 flasdisk, 1 kartu identitas an. Adek Candra Ginting, 1 SIM C an. Anto Pasaribu, 1 kartu BPJS an. Anto Pasaribu.

Penyerahan kedua tersangka dibenarkan Kapolsek Helvetia, Kompol Trili Murni. Melalui telepon seluler, Trili Murni mengatakan pihaknya sedang meminta keterangan para pelaku. “Kita masih melakukan pengejaran kepada pelaku yang melarikan diri. Karena pelaku yang kabur itulah kaptennya, pelaku utama,” tegas Trili Murni. (mag1)

Loading...