Perampok CU Rp 1,9 M Diringkus di Rumah Mertua

352

M24.CO|MEDAN

Lagi, Tim Khusus (Timsus) Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut meringkus seorang tersangka perampokan CU Kopdit Damai Sejahtera, Jalan Dame, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas senilai Rp1,9 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah, melalui Kepala Timsus, AKBP Sandy Sinurat, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah berhasil menangkap tiga tersangka perampokan brankas Koperasi CU Kopdit Damai Sejahtera.

Ketiganya adalah, Thamrin Ompu Sunggu (sudah dihukum) berperan sebagai otak pelaku mantan karyawan Koperasi CU Kopdit, Barnes Gultom (tertangkap) selaku supir dan Tompa S Siburian alias Ambon sebagai eksekutor. Tiga pelaku lagi yakni T, M dan L, masih diburu.

“Tersangka Tompa S Siburian diringkus di rumah mertuanya di Jln Seksama, Simpang Limun, Medan, pada 30 September. Tiga pelaku lagi sedang kita selidiki keberadaannya,” terang Sandy.

Dari tersangka, sambung Sandy, disita satu unit mobil Toyota Avanza putih nomor polisi BK 1762 MT dan satu unit HP. “Tersangka mendapat bagian dari hasil rampokan sebesar Rp 265 juta. Uang itu digunakan membeli mobil yang kita sita,” jelas mantan Kapolsek Medan Kota ini.

Kata Sandy, usai merampok, tersangka kabur di seputaran Kota Medan dan Deli Serdang. Eks mandor KUPJ tersebut hanya bolak-balik dari rumahnya di Ujung Serdang kompleks Perum Cendana, Desa Medan Sinembah, Kec. Tanjung Morawa, Kab. Deli Serdang ke rumah mertuanya di Jln Seksama, Medan.

“Tersangka ini salah satu otak pelakunya juga. Dia merencanakan perampokan Koperasi CU Kopdit Damai Sejahtera bersama tersangka Thamrin Ompu Sunggu,” sebut Sandy.

Sementara, Drs Kaman Lumban Gaol selaku pelapor dari pihak korban Koperasi CU Kopdit Damai Sejahtera menuturkan, tersangka Thamrin Ompu Sunggu adalah mantan karyawan Koperasi CU Kopdit Damai Sejahtera sekaligus nasabah.

Tersangka pernah meminjam uang ke koperasi sebanyak dua kali, masing-masing Rp 30 juta dan Rp 15 juta. Sebelum melakukan perampokan, tersangka mengundurkan diri karena ingin pergi ke luar kota.

“Dia tidak pernah bermasalah dengan kantor. Utangnya selalu dibayar. Hanya saja, lima hari sebelum perampokan, tersangka resign karena ingin pergi ke Pekanbaru,” sebut Kaman.

Dia mengaku mengetahui Thamrin Ompu Sunggu terlibat dalam perampokan itu setelah tersangka ditangkap, bukan berdasarkan CCTV atau kecurigaan karena dia mengundurkan diri lima hari sebelum perampokan. (metro24/ahmad)

Loading...