Perawani pacar saat tarawih, anak Madina tidur di sel

19

Percut-M24 | Amin Lubis (21) bonyok dimassa. Pasalnya, warga Panyabungan ini tertangkap basah saat memerawani pacarnya, sebut saja Putri (18).

Di awal Ramadhan 1439 H kemarin, Boru Harahap baru pulang Sholat Tarawih di masjid dekat rumah di Pasar 7, Beringin Gg Rambe, Desa Tembung, Kec Percut Sei Tuan. Di rumah itu dirinya tinggal bersama anak, Rani Hasibuan, menantu, Ijal Tanjung dan kelima cucunya.

Setiba di rumah, ia curiga melihat pintu kamar Putri yang baru tamat SMA dalam keadaan separuh tertutup. Suasana kamar juga gelap.
“Padahal selama ini kamar tidak pernah dalam keadaan mati dan pintunya tidak pernah tertutup, pasti terbuka,” ucap Boru Harahap yang ditemui di rumahnya, Senin (9/7).

Penasaran, Boru Harahap menolak pintu kamar yang sengaja diganjal. Begitu pintu terbuka, dirinya terkejut. Pasalnya ia melihat cucu keduanya, Putri sedang ditindih Amin Lubis (21). “Saat itu saya liat mereka dalam keadaan telanjang,” tuturnya.

Sontak ia menjerit sehingga menarik perhatian warga. Mengetahui peristiwa sebenarnya, pelaku yang tengah mengenakan pakaian langsung jadi bulan-bulanan warga. “Saking marahnya, saya jambak cucu saya keluar kamar hingga ke ruang tamu. Sampai saat ini ada bekas darah di tempat tidur dan belum dibersihkan,” beber Boru Harahap.

Mendapat kabar, orangtua korban, Ijal dan Rani langsung menutup dagangannya di pekan dan pulang ke rumah. Meski merasa terpukul, Ijal coba berpikir jernih. Ia meminta pelaku yang bekerja di pembuatan tas dan tinggal di depan rumahnya itu untuk bertanggungjawab.

Ketika itu pelaku berjanji dalam empat hari mendatangkan orangtuanya dari kampung untuk melamar korban secara baik-baik. Disepakati lamaran sebesar Rp8 juta. “Tapi tidak ada kabar juga, seperti dipermainkan saya. Dimana harga diri saya? Makanya setelah empat hari saya masukkan dia ke penjara. Padahal uang lamaran tersebut buat mereka juga. Saya akan adakan acara kecil-kecilan,” tutur Ijal yang bertekad tak lagi mau berdamai dengan pelaku.

Sementara itu, Ansah Lubis, abang pelaku didampingi sepupunya Alam Lubis mengatakan jika keluarganya telah 11 kali mendatangi rumah keluarga korban. Namun keluarga korban tidak mau berdamai. “Mereka mau berdamai jika keluarga kami membayar Rp50 juta. Dari mana kami mendapatkan uang tersebut?” katanya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri yang dikomfirmasi mengatakan jika berkas pelaku cabul tersebut telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Selanjutnya jaksa yang melanjutkan kasus ini,” tukas Faidil Zikri. (irwan)

Loading...