Poldasu tahan nahkoda KM Sinar Bangun

22

MEDAN-M24 |Poldasu resmi menetapkan nahkoda Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, sebagai tersangka dan telah ditahan. Nahkoda kapal dianggap lalai hingga mengakibatkan kapal tersebut terbalik dan karam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, nahkoda kapal yakni Poltak, ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman 10 tahun penjara,” ujar Kabid Humas Poldasumut AKBP Tatan Dirsan Admaja kepada wartawan, Minggu (24/6/2018).

Tatan menyebut, Poltak diduga lalai dalam mengemudikan kapal hingga mengakibatkan kapal terbalik. “Karena kelalaiannya, Poltak juga dianggap sebagai penyebab kematian korban tewas dan hilang dari KM Sinar Bangun. Tersangka juga sudah dibawa ke Poldasumut dan resmi ditahan,” sebutnya.

Sejauh ini, Tatan melanjutkan, sebanyak 23 korban penumpang dinyatakan selamat, 3 orang tewas dan 184 orang masih hilang. “Saat ini, ratusan personil dari Basarnas, TNI, Polri, Dishub, BPBD, Pemkab Samosir/Simalungun dan masyarakat masih melakukan pencarian para korban,” tandasnya.

Sebelumnnya, Poldasu telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan atas tenggelamnya KM Sinar Bangun. Penyelidikan dilakukan karena diduga ada kelalaian atau overload (kelebihan kapasitas) yang diangkut oleh kapal tersebut. (ahmad)

Loading...