Polisi Simalungun sita 300 Kg ganja

47

Jhonson-Simalungun | Polisi masih memburu pemilik ganja seberat 300 kilogram yang ditemukan di Desa Karang Bangun, Kec Siantar, Kab Simalungun.

Personel Polsek Bangun bersama Sat Narkoba Polres Simalungun dipimpin Kapolres AKBP Liberty Panjaitan SIK, sudah menyebar ke sejumlah lokasi diduga persembunyian tersanngka, Minggu (24/9/2017).

Abdullah Sidabutar alias Adul (42), ditetapkan sebagai tersangka terkait kepemilikan ganja ratusan bal itu. Anak ke-7 dari 8 bersaudara itu sehari harinya bekerja sebagai tukang (buruh) bangunan. Ia dikenal pendiam dan jarang berkomunikasi dengan warga setempat.

Menurut Sukiman (49), warga setempat, Adul orangnya tertutup. Istri dan kedua anaknya bahkan tidak diketahui keberadaannya sejak ia menduda tiga tahun ini. Meski begitu, beberapa warga tidak menaruh curiga terhadapnya.

“Selain pendiam dan tertutup, si Adul itu orangnya kurang bergaul. Kami nggak menyangka dia menyimpan ganja sebanyak itu, apalagi dia jarang pulang ke rumahnya,” beber Sukiman.

Hal senada diungkap Kepala RT Dusun I Desa Karang Bangun, Julianto. “Si Adul ini tinggal bersama adik iparnya Sanjaya (41). Sebelum digrebek siAdul keburu kabur,” ucap Julainto. “Sejak kedua orangtuanya meninggal, Adul tinggal bersama adiknya. Kalau tempat penyimpanan ganja itu, dulunya rumah orangtua mereka,” imbuhnya.

“Si Adul itu rajin pulang ke Rantau parapat dan bahkan sampai berbulan baru muncul lagi di kampung ini. Mengenai istrinya, dia pernah bilang sudah meninggal tiga tahun lalu. Kabaranya dia punya dua anak,” timpal Junedi (35).

Kapolres Simalungun AKBP Liberty Panjaitan didampingi Kapolsek Bangun AKP J Sinaga, Kasat Narkoba AKP M Ritonga bersama puluhan personel memeriksa areal kediaman keluaraga Adul. Tak lama, polisi mengamankan adik tersangka, Nurcahaya Sidabutar (39) dan suaminya Sanjaya (41).

Sempat terjadi keributan ketika Nurcahaya dan suaminya diboyong. “Kenapa saya dibawa ke kantor pak? Padahal bukan saya pemilik barang itu. Besok pagi saya sama suami bisa hadir ke kantor bapak, kalau malam ini gak bisa. Karena jam 03.00 nanti saya jualan ikan gembung ke Perluasan. Saya minta tolong jangan dibawa ke kantor sekarang,” ucap Nurcahaya.

Kapolres Simalungun pun nyaris tersulut emosi. “Kamu jangan sembarangan bicara ya. Ini masalah narkoba dan sangat berbahaya. Kami datang untuk membawa kalian ke kantor untuk diambil keterangan. Adul itu abangmu, tinggal bersamamu dan rumah yang dia tempati sertifikatnya atas nama kamu. Jadi, malam ini kalian ikut kami ke kantor,” tegas Kapolres.

Loading...