Polres Tapsel buru Kades pembunuh janda Paluta

140

PORTIBI-M24 | Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Supianti boru Harahap (37) berhasil diungkap Polres Tapanuli Selatan (Tapsel). Supianti, wanita berstatus janda
yang ditemukan tewas bersimbah darah di atas ranjang tidur rumah kontrakannya di Desa Sitopayan, Kec Portibisi, Kab Padanglawas Utara (Paluta), Kamis (10/5) lalu, dipastikan dibunuh. Pelakunya tak lain oknum kepala desa.

“Identitas pelaku diduga oknum kepala desa (Kades) di Paluta,” papar Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansah ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/5).
Motif pembunuhan, sebut Ismawansah, diuga berlatar masalah asmara. Sebab, data diperoleh Kepolisian, korban dan pelaku sudah nikah siri sejak beberapa tahun lalu. “Mereka sudah nikah sirih,” terang Ismawnsah.
Ditanya apakah oknum Kades sudah memiliki istri, Ismawansah membenerakannya. “Ya, dia memiliki istri yang sah, sebelum nikah sirih dengan korban. Diperikraan mereka sudah nikah sirih sejak 3 tahun lalu,” imbuhnya.
Sebelum aksi pembunuhan terjadi, keduanya diduga terlibat pertengkaran, namun belum diketahaui motif pertengkaran. Polisi sendiri belum berhasil membekuk pelaku, karena pelaku keburu kabur ketika kasus ini terungkap. “Pelaku sudah kabur. Diduga pihak keluarga ikut membantunya melarikan diri,” bilang Ismawansah.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Tapsel sudah membentuk tim melakukan pengejaran terhadap tersangka. “Kita mengimbau kepada pelaku agar segera menyerahkan diri, sehingga proses hukum bisa cepat dituntasskan. Kita juga meminta kepada seluruh masyarakat yang mengetahaui keberadaan tersangka agar membantu memberikan informasi,” pinta Ismawansah.
Seperti diberitakan, Supianti boru Harahap tewas bersimbah darah di atas ranjang tidurnya. Saat ditemukan, posisi wanita malang ini dalam keadaan telungkup dengan wajah berdarah, dan tanpa mengenakan celana dalam. Untuk penyelidikan, petugas Polres Tapsel mengevakuasi jenazah ke rumah sakit.
Tewasnya korban pertama kali diketahui keluarganya, Syahdan Harahap dan Nauli Harahap. Keduanya mendatangi Supianti karena korban dihubungi via handphone tidak bisa.
Setibanya di depan rumah kontrakan, Supianti yang berstatus janda ini tidak menyahut dipanggil. Syahdan dan Nauli berinisiatif meminjam kunci rumah ke pemilik kontrakan. Betapa kagetnya Syahdan dan Nauli, ternyata Supianti sudah tewas bersimbah darah di atas ranjang, serta banyaknya bercak darah di dinding rumah. (zia)

Loading...