Pospera Demo Polda Sumut, Minta Hukum Berat Pembunuh Andy Pangaribuan

373

IMG-20160812-WA0010M24.CO- MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Utara demo di Mapolda Sumatera Utara yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (12/8) siang. Dalam aksinya, mereka meminta Poldasu menghukum berat pelaku pembunuh Andy Pangabaribuan karena sudah mencoreng wajah kepolisian.

Selain itu, Ketua Pospera Sumut, Liston Hutajulu juga miminta pihak Polda Sumut segera melakukan rekonstrusi terhadap pembunuhan Andy Pangaribuan karena kematian Andy sangat mencurigakan dan terjadi hanya dalam kurun beberapa waktu jam setelah penangkapan.

“Banyak kecurigaan dalam kasus ini. Dan kami mengangap kasus ini menimbulkan polemik,” ujarnya dalam orasinya.

Oleh karena itu, mereka pun meminta supaya Polda Sumut bergerak cepat untuk mengungkap kasus tersebut karena selama ini Polda terkesan diam dan tidak acuh dalam menyikapi kasus tersebut.

Sebelumnya, Andy Pangaribuan yang tinggal di Dusun Lumban Saro, Kecamatan Laguboti, Toba Samsosir itu mendadak tewas setelah dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian terkait kasus narkoba. Setelah itu Kapolres Tobasa, AKBP Jidin Siagian mengatakan yang bersangkutan tewas gantung diri.

Atas kejanggalan itu, pihak keluarga yang tidak percaya dengan pernyataan itu kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan ke Polda Sumut yang ditangani oleh Subdit III/Jahtanras Dit Krimum Polda Sumut sesuai dengan nomor laporan LP/1437/XIII/2015/SPKT II, tanggal 30 November 2015.

Usai menjalani serangkaian proses penyelidikan, penyidik akhirnya menetapkan dua tersangka atas kematian Andi Pangaribuan. Kedua anggota polisi ini diketahui bernama Linton Chandra Panjaitan dan juga Marco Panata Purba. (Tun)

 

Loading...