Pria Ini Nekat Buat Laporan Palsu

363

M24.CO – MEDAN –

Usai sudah niat M.Ihsan (24) warga Jalan Balai Desa Gg. Aman No.249, Kec. Medan Polonia, untuk membuat laporan di Polsek Medan Kota. Pasalnya, pria pengangguran ini nekat membuat laporan palsu dengan nomor laporan : LP/839/K/VIII/2016/SU/Polresta Medan/Sek Medan Kota, Tanggal 12 Agustus 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dikepolisian, terungkapnya kasus laporan palsu ini berawal dari kedatangan pelaku ke Mapolsek Sunggal, Jum’at (12/8/2016) malam sekira pukul 23.00 WIB, kemarin.

Kepada petugas, pelaku menjelaskan bahwa dirinya baru saja di begal oleh 3 pengendara sepeda motor dengan menggunakan senjata tajam dan merampas sepeda motor Honda Scoopy BK 5797 AFF warna hitam miliknya, sekitar jam setengah 7 malam di Jalan Sudirman, tepatnya didepan sekolah Immanuel.

“Kita berhasil membekuk tersangka pembuat laporan palsu. Kepada petugas, tersangka mengaku di rampok oleh enam orang berboncengan dengan menggunakan tiga sepeda motor dan menodongkan pisau kepadanya di Jalan Sudirman, depan sekolah Immanuel,” jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu, SH, MH, kepada wartawan.

Namun, saat tim unit Reskrim Polsek Medan Kota melakukan cek tkp, tersangka berbelit-belit dalam memberikan keterangan dilokasi hingga membuat petugas curiga.

“Kecurigaan tim kita saat melakukan olah tkp, awalnya pelaku menjelaskan bahwa dirinya dibegal di depan sekolah Immanuel, ketika tiba dilokasi pelaku mengubah lokasi kejadiannya ke Jalan Brigjend Katamso. Merasa ada kejanggalan, tim kita menanyakan kepada pelaku kejadian yang sebenarnya. Akhirnya, ia mengaku bahwa sepeda motor yg dikendarainya telah dibawa kabur oleh temannya sendiri yg baru dikenalinya di Merdeka Walk,” tambahnya.

Masih kata mantan Kanit Reskrim Polsek Deli Tua ini, bahwa tujuan pelaku membuat laporan palsu tersebut adalah untuk mengganti sepeda motor milik sepupunya.

“Pelaku terpaksa membuat laporan palsu untuk bertanggung jawab mengganti sepeda motor sepupunya itu,” ungkapnya. Tersangka dijerat dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal dibawah 4 tahun penjara.(robert)

 

 

 

 

Loading...