Provokator Kerusuhan Tanjubalai Belum Ditemukan

235
Masyarakat bersama personel TNI-Polri membersihkan rumah ibadah
Masyarakat bersama personel TNI-Polri membersihkan rumah ibadah

M24.co-MEDAN-

Tim kejahatan cyber yang dibentuk Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) saat ini tengah bekerja untuk mengungkap provokator kerusuhan di Tanjungbalai. Tim ini dibentuk guna menindaklanjuti informasi kerusuhan turut dipicu provokasi di media sosial.

“Sudah dibentuk tim cybercrime untuk mengungkap pelaku yang memprovokasi melalui medsos. Tim sedang bekerja,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (2/8/2016)

Meski begitu, dia belum bisa memastikan kebenaran informasi adanya provokasi itu. “Kita tunggu saja hasilnya,” tandas Rina.

Yang jelas, saat ini kepolisian sudah mengumpulkan barang bukti seperti batu, dua patung, dan rekaman kamera pengawas. Barang bukti tersebut dikumpulkan sebagai petunjuk untuk penyelidikan. Polisi juga telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka terkait kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan kerusuhan di Tanjungbalai dipicu provokasi melalui media sosial. Kapolri memberikan waktu pada Kapolda Sumut dan jajarannya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Peristiwa malam itu juga karena adanya isu-isu provokatif di medsos. Jangan sampai terpengaruh. Ada macam-macam gambar, yang tersebar. Tapi situasi di Sumut sudah tenang,” tegasnya.

Kerusuhan sesama warga terjadi pada Jumat, 29 Juli. Ratusan warga membakar dan merusak beberapa tempat ibadah. Diduga, aksi itu akibat warga menegur pemeluk agama lain terkait pengeras suara di sebuah tempat ibadah.

Polisi mengklaim situasi kembali kondusif sehari setelah kerusuhan. Kemarin, warga bersama ratusan personel TNI-Polri kerja bakti membersihkan tempat ibadah.(red)

Loading...