Pungli Duit Buku Nikah, PNS KUA Belawan Divonis 1 Tahun

13

PN MEDAN-M24 | Nurma SPdI, PNS di Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Belawan divonis selama 1 tahun penjara akibat perbuatannya mengutip biaya pada penerbitan Buku Nikah pasangan pengantin baru. Terdakwa juga dihukum dengan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Putusan terhadap wanita ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/9) siang.

Nurma dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan,” pungkas Majelis Hakim.

Menyikapi putusan ini, terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU Akbar Pramadhana, terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma diringkus dalam operasi tangkap tangan (OTT) Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu pada Februari 2018 silam.

Dugaan pungli ini berawal saat saksi Dedek Sumarna dan Juliani pada tanggal 5 Februari 2018 di kantor KUA Medan Belawan bertemu dengan terdakwa dengan tujuan kedatangan tersebut untuk mengurus penerbitan Buku Nikah atas nama adiknya yang bernama Suryani yang sudah melaksanakan pernikahan siri pada tanggal 29 Januari 2018 dengan Faisal. Keduanya menanyakan berapa biaya pernikahan jika pasangan gadis dan bujangan, dan dijawab oleh terdakwa biaya nikah dan penerbitan buku nikah sebesar Rp700 ribu.

Kedua saksi memberitahukan kepada terdakwa bahwa adiknya yang bernama Suryani dan suaminya (Faisal) masing-masing telah pernah menikah dengan orang lain dan sudah bercerai dibawah tangan, dan memberitahukan bahwa keduanya yaitu Suryani dan Faisal telah menikah siri pada tanggal 29 Januari 2009. Kedua saksi memohon kepada terdakwa agar terdakwa dapat memproses akad nikah atas nama Suryani dan Faisal di KUA serta menerbitkan surat nikah dari KUA Medan Belawan.

Atas permohonan tersebut terdakwa bersedia membantu asalkan saksi Dedek Sumarna dan Juliani menyiapkan uang tunai Rp2 juta. Sempat terjadi tawar menawar harga, namun terdakwa tidak mau jika biaya tersebut diturunkan lagi mengingat pasangan ini berstatus janda dan duda. Hingga akhirnya saat penyerahan uang berlangsung, petugas kepolisian melakukan penangkapan. (ansah)

Loading...