Pungli resahkan pedagang grosir kain di Pasar Dame

68

MEDAN-M24 | Sejumlah pedagang grosir kain yang sehari-hari berjualan di Pasar Dame, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, akhir-akhir ini resah.

Pasalnya, praktek pungutan liar (pungli), makin marak dan diduga dilakukan oknum pedagang setempat dan kroni-kroninya, dengan modus uang jaga malam. Kasus ini sendiri sudah dilapor ke Camat dan Polsek Medan Kota. Petugas masih melakukan penyelidikan.

Data diterima M24, kalau kasus pungli dilakukan sudah berlangsung sejak tahun 2014. Pungli dipalak dari pasar grosir kain yang berjualan di Pasar Dame dengan jumlah cukup tinggi.

Toko grosir pedagang diserakkan sampah karena menolak membayar uang sebesar Rp1,5juta kepada oknum mengatasnamakan jaga malam (Istimewa)

Setiap pemilik toko grosir kain diminta Rp1,5 juta setiap bulannya. Sedangkan di kawasan tersebut ada sekitar 6 toko grosir kain. Jadi setiap bulannya oknum dimaksut meraup uang sebesar Rp9 juta.

Mirisnya, kata sumber kepada M24, kalau uang pungli dengan modus jaga malam tidak diberikan, maka orang suruhan oknum pengutip jaga malam akan menyerakkan sampah didepan toko.

“Secara resmi tidak ada pernah dilakukan pengutipan untuk uang jaga malam,”ujar salah seorang pedagang ditemui M24, kemarin (12/6/2018).

Harapan para pedagang agar Walikota Medan dan pihak kepolisian bertindak tegas dengan melakukan penertiban pungli yang dilakukan oknum tersebut bersama kroni-kroninya.

Lebih parahnya lagi, oknum dimaksut dengan sekenaknya menjadikan jalan sebagai lapak tempat berjualan makanan dan obralan.

Camat Medan Kota Edy Matondang saat dikonfirmasi terkait keresahan pedagang mengaku akan melakukan penyelidikan dan memintai keterangan pihak kelurahan terlebih dahulu.

Sementara itu Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya dikonfirmasi M24 melalui Kabag Humas Pemko Medan, Ridho Nasution, berjanji akan menindaklanjuti. “Semua keluhan masyarakat kita terima dan akan diproses secepatnya bersama instansi terkait,”janjinya. (Dedi)

Loading...