Punya 4 pengaduan, kaki kiri maling dipelor

38

Ahmad – Medan | Berupaya kabur ketika akan dilakukan pengembangan kasus membuat Anton Cristian Simamora (31) warga Jln Pertahanan Dusun 1, Desa Sigara-gara, Patumbak, merasakan panasnya peluru dari pistol polisi. Anton tercatat punya empat pengaduan.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin kepada wartawan, Sabtu (5/5) menuturkan, laporan pertama tercantum di LP/ /III/2018/Restabes/Sek Patumbak. Anton dilaporkan Didi Prayoga dengan kerugian berupa satu unit kreta Honda Beat warna hitam BK 4583 ADS. Pencurian terjadi di Jln Pertahanan, Desa Sigara-gara persis di samping toko Amri Phone Service.

Laporan yang kedua dengan nomor LP/ /IV/2018/Restabes/Sek Patumbak dengan pelapor Lia. Kerugian merupakan satu laptop dan handphone Samsung Galaxy tab warna putih dan terjadi di Jln Pertahanan, Desa Sigara-gara.
Laporan ketiga berdasarkan LP/ / / 2018/Restabes/Sek Patumbak dengan kerugian satu Honda Vario warna hitam tahun 2015 dan TKP di Jln Pertahanan, Gg Duku, Desa Sigara-gara.

Kaporan keempat LP/250/IV/2018/SU/Restabes/SPK C/Sek Patumbak dengan korban Alia Harfila (29) warga Jln Pertahanan, Dusun III, Desa Sigara-gara, Kec Patumbak.

Yaqin menceritakan Anton ditangkap, Kamis (3/5/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi jika pelaku berada di sebuah warung pinggir jalan, di Jln Jamin Ginting, Tuntungan.
Selanjutnya, kata Yaqin, tim mengamankan dan membawa Anton untuk dilakukan pengembangan atas kasus pencurian yang ia lakukan.

Namun, saat hendak dinaikkan ke mobil, Anton melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Petugas memberikan tembakan peringatan ke udara, tetapi tidak diindahkan oleh Anton.
“Karenanya tim terpaksa harus memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kiri tersangka. Selanjutnya pelaku di bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis,” tandasnya.

Loading...