Ratapan Anak Tiri, Leher Nyaris Ditebas Gegara Warisan

Korban penganiayaan ibu tiri

MEDAN-M24 | Dengan wajah ketakutan, Jumat (12/10), Feri tiba di Markas Polsek Patumbak. Remaja 17 tahun ini mengaku dianiaya ibu tiri dan orang tak dikenal yang ingin menguasai harta warisan orangtuanya.

Dituturkan kepada metro24, peristiwa itu terjadi saat ia pulang ke rumahnya di Jln Kebun Kopi Gg Ladang, Desa Marindal I, Kec Patumbak, Kab Deliserdang, Kamis (11/10). Saat itu ia melihat sejumlah orang tak dikenal membersihkan rumahnya.

Ingin tahu, Feri menemui orang tak dikenal tersebut. Namun, ketika ia sedang bercengkrama dengan laki-laki yang belakangan diketahui hendak menyewa rumah orangtuanya itu, ibu tirinya datang dan mengamuk.

Loading...

“Sempat kami ribut sama ibu (tiri) saya itu. Tapi ibu saya menelpon teman-temannya. Tak lama berselang, mereka datang dan mau membunuh saya. Mereka mengeroyok saya dan memukuli saya,” ucapnya.

Tak cuma memukuli, teman-teman ibu tirinya juga nyaris menebas leher Feri dengan parang. Beruntung, personel dari Polsek Patumbak melintas di lokasi dan langsung mengamankan Feri beserta terduga pelaku berinisial SU Cs.

“Mereka itu, ibu tiri saya dan teman-temannya mau membunuh saya. Mereka mau menguasi harta warisa ayah saya,” beber Feri.

“Sekarang saya binggung mau tinggal di mana. Semua barang-barang saya, dari dalam kamar saya, dipindahkan orang yang menyewa rumah peninggalan orang tua saya itu. Mereka sangat kejam,” ucapnya lirih.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Ginajar Fitriadi yang dikonfirmasi tengah menyelidiki laporan korban. “Ya benar, masih dalam proses,” ujar Ginanjar Fitriadi. (ahmad)

Loading...